Tujuan Reformasi

Tujuan Reformasi

Sejak tanggal 13 Mei 1998 rakyat menghendaki agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Tanggal 4 Mei 1998 berlangsung kerusuhan di Jakarta & di Surakarta. Tanggal 15 Mei 1998 Presiden Soeharto pulang dari mengikuti KTT G-15 di Kairo, Mesir. Tanggal 18 Mei para mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR dan pada waktu itu ketua DPR/mengikuti KTT G-15 di Kairo, Mesir. Tanggal 18 Mei para mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR dan pada waktu itu ketua DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri.

Hal ini mengerti berpengaruh pada nilai tukar rupiah yang merosot sampai Rp15.000 per dollar. Dari realita di atas, akhirnya tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyerahkan kekuasaan kepada B.J. Habibie, yang membuka peluang suksesi kepemimpinan nasional kepada B.J. Habibie. Tujuan reformasi adalah terciptanya kehidupan dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial yang lebih baik dari jaman sebelumnya.

Tujuan Reformasi sebagai berikut;
Reformasi politik memiliki tujuan tercapainya demokratisasi.
Reformasi ekonomi memiliki tujuan meningkatkan tercapainya masyarakat.
Reformasi hukum memiliki tujuan tercapainya keadilan bagi semua rakyat Indonesia.
Reformasi sosial memiliki tujuan terwujudkan integrasi bangsa Indonesia.

Baca Juga :