ROKOK BAHAYA UNTUK ANAK KECIL

AWAS! BAHAYA ROKOK UNTUK ANAK KECIL

Bahaya cerutu tidak melulu buruk untuk pelakunya, namun juga untuk orang-orang di sekitar. Seperti yang kita ketahui, pengisap rokok pasif mempunyai risiko terkena akibat 50 kali lipat lebih tinggi dari pengisap rokok aktif. Hal tersebut diakibatkan asap cerutu mempunyai kandungan karbon dioksida lima kali dan tar serta nikotin tiga kali lebih tidak sedikit dari rokok tersebut sendiri. Bahkan, kandungan amonianya dapat mencapai 46 kali lebih tinggi dari yang kita isap langsung dari rokok.

Bayangkan andai semua kandungan riskan tersebut masuk ke dalam tubuh anak Anda. Apa yang bakal terjadi? Anak akan gampang terserang penyakit.

Jangkauan asap cerutu lebih luas dan dapat bertahan lebih lama di dalam ruangan, sekalipun jendela dan ventilasi dalam suasana terbuka. Walau Anda mengisap rokok di ruang tamu, misalnya, tidak menutup bisa jadi zat beracun dari asap bakal masuk ke dalam ruangan beda dan mengendap di sana dalam kurun masa-masa 2 sampai 3 jam.

Bayangkan saja, andai setiap hari Anda merokok meskipun melulu satu batang, maka bakal ada puluhan zat mematikan yang tersimpan di semua ruangan lokasi tinggal Anda. Zat yang terbelakang itulah yang bisa dengan gampang masuk ke dalam tubuh si kecil saat mereka bermain di dalam rumah.

Bahaya Rokok untuk Anak
Adapun bahaya rokok untuk anak-anak dan balita di lokasi tinggal atau lingkungan sarat asap cerutu ialah:

1. Bayi yang mempunyai ibu pengisap rokok aktif bakal lebih rentan terpapar penurunan berat badan. Bahkan, tidak tidak banyak yang bermunculan dalam suasana kecil dan kelemahan berat badan. Akibatnya, tubuh anak lebih gampang terserang sekian banyak macam penyakit daripada anak yang bermunculan dari ibu yang tidak meroko.
2. Terjadinya penurunan faedah pernapasan. Hal ini terjadi sebab anak sudah mencium asap cerutu semenjak lahir. Banyaknya endapan zat beracun dari cerutu di dalam ruangan lokasi tinggal bakal memperlemah faedah paru-paru anak. Berbagai penyakit pernapasan pun bisa dengan gampang menyerang si kecil.
3. Anak bisa menderita penyakit asma akut bila terlampau sering mencium asap rokok.
4. Adanya risiko terpapar meningitis untuk anak yang terbiasa menghisup asap cerutu dalam jangka masa-masa lama dan sejak kecil.
5. Batuk, mengi, maupun pilek pun menjadi bahaya cerutu yang mengintai anak-anak saat hidup di lingkungan semua perokok aktif.
6. Infeksi telinga sampai penurunan faedah pendengaran si kecil bisa terjadi bila dia mempunyai ibu yang menjadi pengisap rokok aktif.
7. IQ yang dipunyai anak dari orang tua pengisap rokok aktif lebih rendah selama 2,87 poin dari anak-anak yang tumbuh dari orang tua tidak merokok. Terlebih saat ibu terbiasa mengisap rokok semasa hamil, meskipun melulu 1 batang per hari, maka bisa jadi terjadinya penurunan tingkat kepintaran anak bakal semakin tinggi.
8. Adanya gangguan perilaku pada anak. Si kecil yang tumbuh di bawah lingkungan semua perokok aktif dan tidak jarang terkena penyampaian asap rokok, lebih rentan terserang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), atau tergolong ke dalam kelompok anak hiperaktif, serta merasakan masalah dalam urusan ketertiban.
9. Bahaya cerutu selanjutnya yang akan dirasakan anak merupakan kesulitan dalam belajar atau ada kehancuran kognitif. Kemampuan logika, matematika, serta visuospatial yang dipunyai anak lebih rendah dari anak-anak yang tumbuh di lingkungan bebas rokok.
10. Risiko anak untuk terpapar kanker lebih tinggi daripada anak-anak normal yang mempunyai orang tua bukan perokok.

Menilik dari banyaknya bahaya rokok untuk si kecil, pasti Anda butuh mulai berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang yang mengisap rokok di lingkungan rumah. Sebisa mungkin, jauhkan mereka dari anak-anak. Bila perlu, mohon mereka guna selalu membasuh tangan, muka, serta mengubah baju sebelum menginjak rumah supaya anak-anak tidak terpapar efek bahaya dari racun yang mengendap di balik pakaian usai merokok. Sumber : www.pelajaran.co.id