Ribuan Guru Di Jabar Ikuti Pelatihan Pembina Pramuka

Ribuan Guru Di Jabar Ikuti Pelatihan Pembina Pramuka

Ribuan Guru Di Jabar Ikuti Pelatihan Pembina Pramuka

Ribuan Guru Di Jabar Ikuti Pelatihan Pembina Pramuka
Ribuan Guru Di Jabar Ikuti Pelatihan Pembina Pramuka

Program tersebut merupakan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan.

Di Jabar ribuan guru mengikuti pelatihan tersebut. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Kwarda Jabar Engkus Sutisna, dalam keterangannya kepada wartawan pekan ini.

Latar belakang dilaksanakannya program tersebut generasi muda menghadapi tantangan dan persoalan seperti narkoba, tawuran, pornografi dan seks bebas. Sebagai solusi menyikapi persoalan tersebut, dibutuhkan kegiatan melalui wadah organisasi seperti Pramuka untuk membina generasi muda.

Sejalan dengan UU tentang Gerakan Pramuka

, maka dilaksanakan kursus pembina pramuka tingkat dasar untuk guru SMP. Peserta yang mengikuti di tahun ini sebanyak 1.814 orang. Peserta merupakan guru SMP dari seluruh Jabar.

Kegiatan di laksanakan di beberapa daerah masing-masing Bogor, Cianjur, subang, kuningan, garut,
tasikmalaya dan Jatinangor dan Sumedang.

Setelah latihan selesai, para guru tersebut menjadi pembina di sekolah
masing-masing.Peserta dibuat menjadi 34 kelas. Pelaksanaan mulai 21 Nov sampai 8 Desember 2015.
Pelatih 238 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota.

Di Jabar, yang mengikuti kursus mahir dasar di tahun ini menempati jumlah terbesar biasanya rata-rata peserta hanya 50 orang. Lama pelatihan 72 jam pelajaran dilaksanakan 7 hari-hari per hari 7

Engkus, lebih lanjut mengatakan di Jabar

dalam penyelenggaraan kegiatan Pramuka membuat inovasi agar gerakan Pramuka “katara dan karasa”.Kegiatan dibuat kreatif dan inovatif. Terkait langkah tersebut,digunakan berbagai sarana seperti sosial media dan website.

Sementara itu, materi lain disampaikan dalam pelatihan meliputi kewirausahaa, usaha inovatif dan kreatif serta pencegahan narkoba.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436747/apa-yang-dimaksud-seni-teater/