Radiasi Matahari


Radiasi Matahari

Radiasi surya (surya = matahari) adalah merupakan sumber energi utama untuk proses-proses fisika  atmosfer yang menentukan keadaan cuaca dan iklim di atmosfer bumi. Radiasi matahari adalah factor essensial pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Di dalam hal ini, matahari berfungsi sebagai mengatur fotosintesis pada tanaman dan mendorong evapotranspirasi. Sedangkan untuk lahan itu sendiri, matahari berfungsi sebagai penaik suhu permukaan lahan dan membantu evaporasi. Cahaya yang diserap daun 1-5% untuk fotosintesis, 75-85% untuk memanaskan daun dan transpirasi.

Ada 3 hal yang menentukan besarnya Radiasi Matahari ke Bumi, yaitu:

Ø  Sudut datang matahari (dari suatu titik tertentu di bumi) atau dapat disebut juga sebagai jarak dari Matahari ke Bumi

Ø  Panjang hari

Ø  Keadaan atmosfer (kandungan debu dan uap air) atau dapat juga disebut dengan intensitas radiasi matahari. Hal ini tergantung kepada jumlah, tipe, dan tebal awan yang menghalangi lintasan atau sinaran radiasi matahari.

Dalam hal ini kita harus mengaitkan seluruh informasi yang kita dapat denga bahan penelitian kita, yaitu: Bawang Merah (Allium ascalonicu). Dari data yang saya dapatkan di berbagai web-site dan beberapa jurnal maupun skripsi yang berbentuk format pdf, maka saya mendapatkan informasi tentang kehidupan Bawang Merah dalam suatu iklim dan dapat tumbuh dan berkembang dangan sangat baik pada iklim dan cuaca tersebut beserta dengan factor-faktor iklim dan cuaca tersebut.

Tanaman bawang merah dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, yaitu pada ketinggian 0 – 1.000 m di atas permukaan laut (dpl). Meskipun demikian, ketinggian optimalnya adalah 0 – 400 m dpl saja. Secara umum, tanah yang tepat ditanami bawang merah ialah tanah yang bertekstur remah, sedang sampai liat, berdrainase baik, memiliki bahan organik yang cukup, dan pH-nya antara 5,6 – 6,5.

Pada tanah-tanah yang becek, pertumbuhan tanaman bawang merah akan kerdil dan sering menyebabkan umbi-umbinya mudah menjadi busuk. Di samping itu, tanaman ini sangat tanggap (responsif) terhadap pH tanah. Bila pH kurang dari 5,5, pertumbuhan tanaman akan kerdil karena keracunan garam-garam Aluminium (Al). Sebaliknya, bila pH di atas 6,5 garam Mangan (Mn) tidak dapat diserap tanaman, sehingga umbinya kecil-kecil dan hasilnya menjadi rendah.

Bawang merah paling menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu yang agak panas dan cuaca cerah (suhu antara 25o – 32o C). Tempatnya yang terbuka, tidak berkabut, dan angin yang sepoi-sepoi dan tidak terlalu kuat. Suhu yang paling baik jika suhu rata-rata tahunannya 30o C, Angin merupakan faktor iklim yang juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Angin kencang yang berhembus terus-menerus secara langsung menerpa tanaman bawang merah akan dapat menyebabkan kerusakan tanaman karena sistem perakaran yang terjadi pada tanaman bawang merah yang sangat dangkal.

Tanaman bawang merah itu sendiri sangat rentan terhadap curah hujan tinggi. Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman bawang merah adalah antara 300 – 2.500 mm/tahun. Kelembaban udara (nisbi) yang sesuai adalah antara 80 – 90 %. Intensitas sinar matahari penuh, lebih dari 14 jam/hari. Oleh sebab itu, tanaman ini tidak memerlukan naungan/pohon peneduh.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/