Puluhan Siswa Sekolah Dasar Belajar Diet Sampah Plastik

Puluhan Siswa Sekolah Dasar Belajar Diet Sampah Plastik

Puluhan Siswa Sekolah Dasar Belajar Diet Sampah Plastik

Puluhan Siswa Sekolah Dasar Belajar Diet Sampah Plastik
Puluhan Siswa Sekolah Dasar Belajar Diet Sampah Plastik

Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tlogopatut 2 Gresik, belajar tentang pengelolahan diet sampah plastik

. Selain belajar, mereka juga dipertontonkan video berdurasi dua jam.

Saat melihat ekspresi wajah para siswa beraneka macam. Tapi, yang mencolok ada beberapa siswa yang melihat dengan ekspresi wajah sedih, dan takut ketika tayangan penyelamatan penyu saat hidungnya kemasukan sedotan plastik. Hampir semua siswa menutup mata tidak tega. Sampai akhirnya sedotan plastik tersebut dapat dikeluarkan dari hidung penyu yang bercampur darah.

Kordinator EH Gresik, M.Zubaidi mengatakan, sampah plastik terutama sampah plastik

di laut menjadi salah satu isu penting di Indonesia. Berdasarkan riset Jambeck di 2015 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut.

“Sosialisasi diet plastik terhadap siswa sekolah dasar merupakan langkah penting. Bagaimana mengenalkan bahaya sampah plastik sejak usia dini,” katanya, Minggu (28/07/2019).

Zubaidi menambahkan, melalui sosialisasi ini diharapkan bisa meminimalisir sampah plastik. Khususnya, sampah sedotan plastik yang jumlahnya mencapai sebesar 1,29 juta ton per tahun, atau setara dengan 215.000 gajah jantan Afrika dewasa.

Masih banyak sampah plastik lanjut Zubaidi, hal ini karena dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup

cenderung lebih memilih hal yang instan, dan praktis. Sehingga, menyebabkan sampah plastik di kota besar dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Faktanya 15-17 persen sampah di Indonesia didominasi sampah plastik,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi diet sampah plastik ini masih dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2019, dengan tujuan agar rasa kepedulian terhadap lingkungan pada anak-anak perlu diajarkan lebih dalam sehingga ketika dewasa akan lebih peduli terhadap lingkungan.

Terkait dengan kegiatan ini, Ninik (30) salah satu guru SDN Tlogopatut 2 Gresik menyatakan anjuran kebijakan sekolah terhadap siswa untuk membawa botol minum (tumbler) sendiri, serta larangan penjual makanan kantin di sekolah untuk menggunakan plastik sekali pakai sudah ada. Namun, anak-anak belum terbiasa dengan kebijakan itu.

 

Sumber :

https://danu-aji-s-school.teachable.com/blog/190474/worktoexperts