Profesor Pendidikan Desak Gaji Guru Honorer Jember Ditambah dalam APBD

Profesor Pendidikan Desak Gaji Guru Honorer Jember Ditambah dalam APBD

Profesor Pendidikan Desak Gaji Guru Honorer Jember Ditambah dalam APBD

Profesor Pendidikan Desak Gaji Guru Honorer Jember Ditambah dalam APBD
Profesor Pendidikan Desak Gaji Guru Honorer Jember Ditambah dalam APBD

Sulthon Masyhud, guru besar manajemen pendidikan Universitas Jember

, prihatin dengan rendahnya gaji guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Proses pendidikan yang baik perlu sumber daya manusia yang baik. Bagaimana guru akan mengajar baik dan menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan berkarakter baik, kalau gajinya cuma Rp 200 ribu. Ini perlu diperhatikan,” kata Sulthon, dalam acara dialog publik putaran kedua yang digelar Universitas Jember dan Persatuan Wartawan Indonesia, di Gedung Kauje, Selasa (10/8/2019).
Baca Juga:

GTT dan PTT Wadul Nasib di Dewan yang Reses
Kemenag Sampang Beri Uang Rp 8 Milyar Insentif Guru
PKS Serukan Ganti Bupati Jember, Perwakilan Guru Tepuk Tangan
Begini Cara Mantan Guru Kumpulkan Pasangan Swinger di Tretes
Ditelan Ombak, Dua Jenazah Guru BK Dikirim ke Jombang

Sulthon mendesak agar bupati dan DPRD Jember duduk bersama membicarakan persoalan ini.

“Dengan gaji Rp 200 ribu per bulan, untuk beli bensin pergi-pulang saja dia tekor. Tolong anggota DPRD berembuk dengan bupati bagaimana kalau dianggarkan dalam APBD. Toh tidak terlalu banyak,” katanya.

Anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nur Hasan mengatakan, selama 3,5 tahun, pembahasan APBD Jember statis. “Gontok-gontokan ujung-ujungnya kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Saat membahas Rencana APBD 2018, DPRD Jember sudah memperjuangkan alokasi anggaran Rp 30 miliar

untuk kesejahteraan guru honorer. “Itu pun tidak diakomodir,” kata Nur Hasan.

Selama 3,5 tahun terakhir, DPRD tidak pernah bisa mengubah APBD berdasarkan usulan masyarakat. “Jangankan angka, titik koma tidak berubah. Maka kami mengikuti arus apa yang diinginkan eksekutif daripada bertengkar. Mudah-mudahan jadi lebih baik,” kata Nur Hasan.

 

Sumber :

https://danuaji.dreamwidth.org/407.html