Prof Rokhmin Dahuri Paparkan Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0

Prof Rokhmin Dahuri Paparkan Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0

Prof Rokhmin Dahuri Paparkan Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0

Prof Rokhmin Dahuri Paparkan Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0
Prof Rokhmin Dahuri Paparkan Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0

Guru Besar Fakuktas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Prof. Dr. Rokhmin Dahuri MS

menjadi narasumber dalam acara kuliah umum bertajuk ‘Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0 Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia’.

Acara yang digelar di Aula Barat ITB, Jln. Ganesha No. 10 Bandung ini diikuti oleh ratusan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, dirinya mengungkapkan kekayaan laut Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Potensi ekonomi laut di Indonesia diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar per tahun.

“Mengenai ekonomi maritim atau kelautan bahwa potensinya besar sekali dengan nilai sekitar 1,4 triliun dolar

artinya itu hampir satu setengah kali lipat ekonomi indonesia saat ini,” ucapnya, Rabu (05/09).

“Lalu tenaga kerja yang bisa kita ciptakan kalau kelautan di kelola oleh orang-orang yang profesional dibidangnya dan berakhlak baik itu 45 juta orang artinya 40% masalah ketenaga kerjaan sudah selesai harusnya,” tambahnya.

Masalah utamanya adalah perlu adanya reset dalam budaya mindset masyarakat yang cenderung konsumtif, sehingga paradigma yang baru harus dapat mengonsentrasikan fokusnya kepada fondasi perekonomian masyarakat dengan akses stimulus berbasis ekonomi kelautan sebagai sebuah instrumen penting dalam pembangunan Indonesia kedepannya.

Maka sudah seharusnya timbul keprihatinan bagi pemerintah untuk merumuskan berbagai kebijakan strategis

dengan dukungan aktif oleh para stakeholder dan masyarakat sebagai penguatan fondasi dan pengawasan. Dengan masuknya revolusi industri dunia ke dalam fase 4.0.

“Soal industri 4.0 yang sudah dicanangkan oleh pemerintah Pak Jokowi melalui kementeriaan penindustrian, itu kan solusi masa kini dan masa depan. Karena dengan dengan hal itu ekonomi kemaritiman dan kelautan bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, keuntungan, daya saing ini ke dalam era global sekarang,” tuturnya.

Karenanya, agar pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran itu tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, lanjut Rokhmin, dan pembangunan hanya bersifat inklusif artinya rakyat kecil itu harus diberi modal.

“Pendidikan dan teknologi akses pasar, sehingga usaha-usaha modern yang menguntungkan bisa dikerjakan oleh orang-orang segelintir saja. Dan pola pembangunan yang ramah lingkungan, dengan ada tataruang tadi pengendalian pencemaran,” tandasnya.

 

Baca Juga :