Perkembangan Kepribadian

Perkembangan Kepribadian

Perkembangan Kepribadian

Perkembangan Kepribadian
Perkembangan Kepribadian

Tahap-tahap perkembangan menurut Freud ada empat, yaitu (Supratiknya, 1993: 90) :

Tahap Oral

Pada tahap ini berlangsung kira-kira selama satu tahun. Mulut merupakan daerah pokok kegiatan dinamik. Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makanan. Makan meliputi stimulasi sentuhan terhadap bibir dan rongga mulut, serta menelan atau jika makanan itu tidak menyenangkan, maka memuntahkan keluar. Kemudian setelah gigi tumbuh maka mulut dipakai untuk menggigit dan mengunyah. Dua macam aktifitas oral ini, yaitu menelan makanan dan menggigit merupakan prototipe bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari.

Tahap Anal

Setelah makanan dicernakan, maka sisa-sisa makanan menumpuk diujung bawah dari usus dan secara refleks akan dilepaskan keluar apabila tekanan pada otot lingkar dubur mencapai taraf tertentu. Pengeluaran feses menghilangkan sumber ketidaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega. Ketika pembiasaan akan kebersihan dimulai, biasanya selama umur dua tahun, anak mendapatkan pengalaman pertama yang menentukan tentang pengaturan atas suatu impuls instingtual oleh pihak luar. Hal ini tergantung pada cara-cara khusus pembiasaan akan kebersihan yang diterapkan ibu. Apabila cara-cara ibu sangat keras, anak bisa menahan fesesnya dan mengalami sembelit. Atau karena himpitan cara yang represif itu, anak bisa melampiaskan kemarahannya dengan membuang feses pada saat-saat yang tidak tepat. Sebaliknya, apabila ibu adalah tipe orang yang sabar, mau membujuk anak untuk buang air besar dan memuji secara berlebih-lebihan kalau si anak berbuat demikian, maka anak akan memperoleh pengertian bahwa aktifitas mengeluarkan feses itu adalah sangat penting.

Tahap Phalik

Selama tahap perkembangan kepribadian ini yang menjadi pusat dinamika adalah perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genital. Tingkah laku anak pada tahap ini yaitu usia tiga sampai lima tahun banyak ditandai oleh bekerjanya kompleks Oedipus. Kompleks Oedipus meliputi kateksis seksual terhadap orang tua yang berlainan jenis serta kateksis permusuhan terhadap orang tua sejenis. Anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menyingkirkan ayahnya sedangkan anak perempuan ingin memiliki ayahnya dan menyingkirkan ibunya. Perasaan-perasaan ini menyatakan diri dalam khayalan pada waktu anak melakukan masturbasi dan dalam bentuk pergantian antara sikap cinta dan sikap melawan terhadap kedua orang tuanya. Tahap-tahap oral, anal, dan phalik, disebut dengan tahap-tahap pragenital.

  • Tahap laten

Tahapan ini berlangsung antara kira-kira usia 6 tahun dan masa pubertas. Merupakan tahap yang paling baik dalam perkembangan kecerdasan (masa sekolah), dan dalam tahap ini seksualitas seakan-akan mengendap, tidak lagi aktif dan menjadi laten.

  • Tahap Genital

Anak memasuki periode laten yang cukup lama, yang secara dinamis disebut tahun-tahun yang tenang. Selama periode ini, impuls-impuls cenderung berada dalam keadaan direpresikan. Munculnya kembali dinamika pada masa adolesen yang dinamis mengaktifkan kembali impuls-impuls pragenital, apabila impuls-impuls ini berhasil dipindahkan dan disublimasikan oleh ego maka sampailah orang pada tahap kematangan yang merupakan tahap akhir, yaitu tahap genital. Fungsi biologis pokok dari tahap genital ini adalah ialah reproduksi. Aspek-aspek psikologis membantu mencapai tujuan ini dengan cara memberikan stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

Baca Juga :