Perbedaan Antara Kebenaran Akal dan Wahyu

Perbedaan Antara Kebenaran Akal dan Wahyu

Perbedaan Antara Kebenaran Akal dan Wahyu

Perbedaan Antara Kebenaran Akal dan Wahyu

Al-Qur’an adalah wahyu Allah Swt yang tertulis, yang didalamnya terdapat berbagai macam pengetahuan.Pengetahuan diperoleh oleh akal, dan di dalam Al-Qur’an sendiri akal diberikan penghargaan yang tinggi.Tidak sedikit ayat-ayat yang menganjurkan dan mendorong manusia supaya banyak berpikir dan mempergunakan akalnya. Kata-kata yang dipakai dalam Al-Qur’an untuk menggambarkan perbuatan berpikir, bukan hanya ‘aqala saja.[9]

Hukum-hukum alam (sunnatullah), juga digunakan untuk memikirkan hal yang digunakan untuk memikirkan hal-hal yang konkrit seperti sejarah manusia, abstrak seperti kehidupan diakhirat, proses menghidupkan orang yang sudah mati. Kata ‘aql tersebut dapat digunakan untuk memahami berbagai obyek yang real maupun abstrak, dan yang bersifat Empiris Sensual sampai  Empiris Transcendental. ‘Aql mati, kebenaran ibadah, wahyu, dan lain-lain. Selain dari pada itu terdapat pula dalam Al-Qur’an sebutan-sebutan yang memberi sifat berpikir bagi seorang muslim, yaitu ulul al-albab(orang berpikir), ulu-al-‘ilm (orang berilmu), alabsar (orang yang mempunyai pandangan), ulualnuha (orang bijaksana).

Menurut bahasa, wahyu mempunyai arti pemberian isyarat, pembicaraan rahasia, dan menggerakkan hati.Sedangkan menurut istilah wahyu adalah pemberitahuan yang datangnya dari Allah Swt kepada para Nabi-Nya yang didalamnya terdapat penjelasan-penjelasan dan petunjuk kepada jalan yang lurus dan benar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa wahyu secara syara’ yaitupengetahuan yang diberikan oleh Allah Swt kepada Nabi-Nabinya, secara langsung maupun tidak langsung dengan perantaraan Malaikat ataupun tidak, dengan suara atau tidak. Tetapi, dia paham dengan apa yang telah diterimanya. Wahyu itu adalah suatu kebenaran yang datang dari Allah Swt kepada manusia tertentu.Wahyu itu terjadi karena adanya komunikasi yang langsung antara Tuhan dan manusia.


Baca Juga :