Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia
Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Virus yang Menguntungkan

Pada daur hidup virus terjadi penggabungan materi genetik virus dan bakteri, sehingga virus akan mengandung gen bakteri.

DNA merupakan materi genetik yang membawa sifat suatu makhluk hidup. Apabila DNA berubah, maka sifatnya juga akan berubah. Dengan demikian, virus yang menginfeksi bakteri pertama akan memiliki sifat dari bakteri tersebut. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-ulasan/)

Selanjutnya, apabila menginfeksi bakteri kedua, maka akan memiliki sifat yang terdapat pada virus bakteri pertama sekaligus sifat dari bakteri yang kedua, demikian seterusnya. Peristiwa itu dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

Pembuatan Antitoksin

Penggabungan sifat-sifat DNA yang menguntungkan antara virus dan gen lain akan menjadikan sifat yang menguntungkan tersebut dimiliki oleh bakteri yang diinfeksi.

Contohnya, DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat antitoksin (pelawan racun/penyakit).

Selanjutnya, virus tersebut diinfeksikan dengan sel bakteri sehingga sel bakteri ini memiliki sifat gen manusia, yaitu memiliki sifat antitoksin.

Dengan demikian, bakteri yang semula tidak mempunyai sifat antitoksin sekarang sudah memiliki sifat antitoksin.

Apabila bakteri tersebut membelah terus menerus, berarti setiap sel bakteri memiliki sifat antitoksin dan selanjutnya dapat diberikan pada manusia.

Contohnya, toksoid tetanus, toksin ini dapat disuntikkan pada manusia untuk mencegah penyakit tetanus.

Toksin ini biasanya diberikan pada ibu hamil dan calon pengantin. Adapun bagi penderita tetanus akan diberikan ATS (Anti Tetanus Serum).

Untuk Melemahkan Bakteri

Apabila virus yang menginfeksi bakteri bersifat patogen, maka DNA virus yang masuk akan merusak DNA bakteri sehingga bakteri tersebut menjadi tidak berbahaya karena sifat patogennya telah rusak.

Contohnya, bakteri difteri yang berbahaya akan berubah sifatnya jika di dalamnya tersambung oleh virus profage.

Difteri adalah penyakit akibat infeksi bakteri pada membran mukosa hidung dan tenggorokan. Pada difteri, terjadi infeksi dan peradangan pada selaput hidung dan tenggorokan yang menimbulkan gejala nyeri tenggorokan, serak, demam, hidung berair, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Tanda klinis yang khas pada penyakit ini adalah adanya lapisan tebal keabuan yang meliputi dinding belakang tenggorokan.

Lapisan ini dapat menghalangi jalan napas sehingga penderita mengalami kesulitan bernapas; penderita merasa sesak napas atau bernapas cepat.

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang berkembang pada membran mukosa tenggorokan.

Difteri dapat ditularkan melalui beberapa cara, antara lain melalui udara dan barang yang terkontaminasi.

Untuk Memproduksi Vaksin

Vaksin digunakan manusia untuk memperoleh kekebalan tubuh/antibodi. Vaksin ini sebenarnya merupakan bibit penyakit yang telah dilemahkan dan apabila menyerang manusia tidak akan berbahaya lagi.

Untuk itulah diperlukan vaksin bagi tubuh kita. Jika ada penyakit yang menyerang manusia, maka tubuh telah memiliki kekebalan yang berasal dari antibodi bagi penyakit tersebut. Contohnya, vaksin cacar, polio, dan campak.

Virus yang Merugikan

Virus Penyebab Penyakit pada Manusia

Beberapa jenis penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut.

1) Influenza

Gejala penyakit flu, antara lain sakit kepala, batuk, demam, hidung tersumbat, dan terkadang selera makan hilang.

Penyakit ini tidak menimbulkan kekebalan pada tubuh. Apabila segera diobati, penyakit ini akan segera hilang, akan tetapi seseorang bisa terserang penyakit itu kembali.

Influenza dapat dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain dengan makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, olahraga teratur, serta menjaga kebersihan badan dan lingkungan.

2) Virus Flu Burung (Avian influenza)

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang berdiameter 90 – 120 nanometer dan menyebar dalam tubuh melalui peredaran darah serta dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan.

Virus ini termasuk dalam famili Orthomyxoviridae, genus influenza virus. Gejala flu burung pada manusia mirip dengan gejala flu biasa, hanya saja kenaikan suhu tubuh relatif lebih tinggi hingga mencapai 39oC (gejala awal), disertai dengan sakit tenggorokan, keluar lendir bening dari hidung, sesak napas, dan batuk.

Jika tidak ditangani segera, maka akan mengalami penurunan kondisi tubuh sehingga menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) dan kekebalan tubuh turun drastis.

Hal paling buruk yang dapat terjadi adalah kematian. Virus Avian influenza umumnya menyerang unggas, tetapi dapat pula menyerang burung, hewan lain seperti babi, kucing, harimau, kuda, dan anjing laut, bahkan manusia.

Cara penularan flu burung

Unggas terinfeksi menular 2 minggu pertama dilihat dari ludah, sekret, dan feses
Melewati 4 minggu penularan tidak dapat dideteksi

Cara mencegah meluasnya penularan flu burung ke manusia, yaitu dengan tindakan pemusnahan (depopulasi) terhadap unggas yang terinfeksi virus flu burung.

Karena virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi, maka daging, telur, dan hewan yang akan kita konsumsi sebaiknya dimasak dengan matang untuk menghindari penularan.

Kebersihan diri (tubuh dan pakaian) perlu dijaga dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik. Dari segi pengobatan, sementara orang-orang sering menggunakan “Tamiflu” obat untuk mengobati flu burung.

Sebenarnya flu burung ini belum ada obatnya, dalam arti tidak ada obat yang secara aktif dapat langsung menghancurkan virusnya. Cara yang paling efektif adalah pencegahan dengan jalan pemberian vaksin atau imunisasi.

3) Virus SARS

SARS atau Severe Acute Respiratori Syndrome, merupakan penyakit sindrom pernapasan akut yang menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan.

Gejalanya mirip seperti flu, yaitu demam, batuk, radang tenggorokan, dan sesak napas. Gejala ini muncul 2 – 10 hari setelah terinfeksi. Virus SARS akan menyerang paru-paru sehingga jumlah sel darah putih menjadi berkurang.

4) Herpes Simplex

Penyakit herpes merupakan penyakit yang secara umum menyerang kulit. Ketika terserang penyakit ini, kulit terasa panas, gatal, memerah, perih, dan melepuh.

Jika dibiarkan akan menyerang saraf. Ada dua tipe herpes, tipe pertama adalah herpes yang menyerang pipi, hidung, mulut, dagu, dan hidung.

Pada tipe ini, penularannya terjadi melalui handuk, kontak fisik, atau alat makan yang terkena cairan dari orang yang menderita penyakit.

Tipe kedua adalah herpes yang menyerang alat kelamin. Penyakit ini ditularkan melalui kontak fisik/badan. Jika sudah terkena, harus segera mendapat pengobatan dari dokter.

5) Mata Memerah (Belek)

Gejala penyakit ini, antara lain mata meradang dan berwarna merah serta banyak mengeluarkan air mata dan kotoran.

Pada kasus tertentu, penyerangan virus ditunggangi oleh bakteri sehingga timbul infeksi. Gejala awalnya adalah rasa pedih di mata dan dilanjutkan dengan mata merah dan membengkak.

Kesulitan membuka mata ketika bangun tidur adalah satu pertanda bahwa infeksi terjadi cukup serius. Kesulitan ini terjadi karena belek yang menempel di sekitar kelopak mata sangat banyak.

Dewasa ini obat untuk penyakit ini sudah banyak beredar di apotik tanpa perlu resep dokter. Umumnya obat dalam bentuk tetes, namun juga ada yang salep.

Salep efektif digunakan pada infeksi yang sangat serius karena mudah menempel pada lapisan lendir mata dan tidak gampang larut pada air mata. Namun penggunaan ini kurang populer dibandingkan obat tetes.

6) Cacar

Virus ini menginfeksi tubuh melalui saluran pernapasan. Gejala awalnya antara lain demam, sakit kepala, sakit punggung, badan menggigil, dan lesu.

Setelah beberapa hari akan terlihat bintik-bintik merah yang tengahnya ditandai dengan titik hitam yang dimulai dari wajah dan menjalar ke seluruh tubuh.

Setelah sembuh, penyakit ini akan meninggalkan bopeng pada bekas bintik-bintik tersebut. Masa inkubasi virus berlangsung selama 12–16 hari.

Penyebaran penyakit bisa melalui kontak langsung sehingga barang-barang yang sudah terkena virus tersebut dapat menularkannya. Penanggulangannya bisa diberikan vaksin cacar.

Apa perbedaan dengan cacar air? Cacar air yang terjadi pada anak-anak tidak begitu berbahaya, tetapi bila diderita orang dewasa bisa menyebabkan kematian.

Gejalanya ditandai dengan demam, terbentuknya benjolan, kulit kering, dan luka tersebut tidak berbekas apabila telah sembuh.

Masa inkubasinya berlangsung selama 14-16 hari. Virus ini berada di dalam saluran pernapasan dan bisa masuk ke aliran darah pada seluruh tubuh, terutama kulit.

7) Polio

Gejala penyakit ini antara lain demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, mual, muntah, mengantuk, disertai tulang kaku pada leher dan tulang belakang.

Penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan karena virus yang menyerang pada bagian selaput otak sehingga dapat merusak sel saraf yang berhubungan dengan serabut motor saraf tepi.

Masa inkubasinya berlangsung selama 7-14 hari dan penularannya melalui mulut dan makanan yang telah terkena virus itu.

8) Campak

Sama halnya dengan cacar, penyakit ini umumnya menyerang pada anak-anak. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk, mata pedih jika terkena cahaya, dan rasa ngilu di seluruh tubuh.

Virus ini berkembang pada saluran pernapasan atas kemudian beredar ke seluruh tubuh, terutama pada kulit. Cara pencegahannya dengan pemberian imunisasi campak.

9) Hepatitis

Organ tubuh yang diserang penyakit ini adalah hati. Seseorang yang menderita penyakit ini cairan darahnya bisa masuk ke dalam rongga perut, sehingga perut akan membesar.

Tanda-tanda penyakit ini antara lain badan lemas, nafsu makan berkurang, biasanya kulit tubuh, mata, dan urin berwarna kuning.

Penularan penyakit ini melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, melalui aliran darah, serta hubungan seksual.

Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis. Saat ini jenis penyakit hepatitis yang sudah dikenali antara lain hepatitis A, B, dan C.

10) Gondong

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus paramyovirus. Penyakit ini ditandai dengan membesarnya/membengkaknya kelenjar di bawah telinga selama 18-21 hari.

Virus yang menyerang adalah virus RNA yang menyerang otak, kelenjar paratiroid, dan kelenjar pankreas.

Apabila sudah terkena penyakit ini maka penderita akan mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut. Penularan penyakit ini terjadi melalui hidung dan mulut.

11) Kanker dan AIDS

Penyakit kanker dan AIDS tergolong penyakit yang mematikan karena sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang sempurna untuk penyakit ini.

Virus kanker ini akan menginfeksi penderita dan terus menerus akan membelah, sedangkan pada AIDS menyebabkan penderita akan kehilangan sistem kekebalan tubuh karena virus HIV menyerang sel-sel darah putih.

Tanda-tanda orang yang terinfeksi virus HIV ini tidak begitu jelas, penderita hanya merasa sering sakit-sakitan dan tidak segera sembuh walaupun sudah diobati.

12) Demam Berdarah (DB)

penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus demam berdarah, yaitu jenis dengue.

Seseorang yang terserang demam berdarah dan tidak segera tertolong sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian sebab virus dengue bisa merusak trombosit sehingga jumlahnya lama-kelamaan akan menurun.

Gejala-gejala penyakit ini, antara lain demam disertai panas tinggi 39–40°C, muntah-muntah, bercak-bercak merah, dan bila sampai pada stadium lanjut menyebabkan terjadinya perdarahan.

Virus Penyebab Penyakit pada Hewan dan Tanaman

 

1) Rabies (Anjing Gila)

Virus rabies akan menginfeksi hewan yang berdarah panas seperti anjing, kucing, monyet, serigala, dan sebagainya.

Manusia bisa terinfeksi virus rabies melalui gigitan atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi virus tersebut.

Gejala orang yang menderita rabies pada umumnya orang tersebut takut dengan air (hidrofobi), demam, sakit kepala, dan lesu.

2) Virus Kuku dan Mulut

Pada umumnya virus ini menyerang hewan ternak sapi dan kerbau. Tanda-tandanya hewan tidak mau makan dan tidak bisa berjalan (lumpuh).

3) Virus Tetelo (Sampar Ayam)

Ayam yang terinfeksi virus tetelo akan mengalami gejala tersedak-sedak dan mencret sampai menyebabkan kematian.

Jika sembuh, ayam akan kehilangan keseimbangan yang ditandai dengan kepalanya tertekuk dan berputar-putar.

4) Virus Tumbuhan

Jenis virus yang menyerang tanaman antara lain virus mozaik. Virus ini biasanya menyerang tanaman tembakau, kentang, dan tomat.

Tanaman yang terserang virus mozaik akan menampakkan tanda-tanda bercak-bercak kuning pada daunnya. Penularan virus ini terjadi melalui serangga.

Virus lain yang menyerang tanaman adalah virus tungro yang menyerang tanaman padi. Tanaman padi yang terserang virus tungro akan menjadi kerdil karena pertumbuhannya terhambat. Penularan virus ini terjadi melalui serangga (wereng).