Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai

Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai

Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai

Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai
Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai

Pendidikan seharusnya bukan hanya mencetak anak pandai secara akademis. Pendidikan justru

diharapkan dapat mencetak generasi muda yang mampu mengatasi persoalan di tengah kehidupan yang makin beragam. Hal ini dikatakan Prof Irwanto, Ph.D, M.Sc., psikolog yang juga menjabat sebagai Kepala Tim Kurikulum Olifant School Yogyakarta untuk Pendidikan Karakter.

Untik mencetak generasi yang mampu mengatasi persoalan, menurut Pro. Irwanto, sejak dini anak-anak harus disiapkan untuk mampu berani mengambil keputusan yang tepat. Meski tak bisa dipungkiri, terkadang anak masih merasa takut untuk mengambil keputusan sendiri.

“Tidak apa-apa anak-anak menjadi takut dan nervous, karena dari situlah anak-anak bisa

merasakan latihan di dunia nyata dan berlatih mendapatkan bagaimana solusinya,” terang Prof. Irwanto, dalam jumpa pers yang diselenggarakan oleh Olifant School, Rabu (20/9).

Ditambahkan, seorang anak yang hanya pandai secara akademis belum menjamin keberhasilannya di masa depan. Kesalahan pengambilan keputusan akan sangat berpengauh dalam kesuksesan di masa depan. Anak yang tak terbiasa mengambil keputusan sendiri, menurut Prof. Irwan, di masa depan ia tak akan bisa menyelesaikan persoalan dengan baik.

“Takut penting bagi anak untuk selalu berhati-hati dalam bertindak, namun sekaligus juga jangan

dimatikan keberaniannya untuk mengarungi samudra yang luas. Mari menyiapkan anak kita, paling tidak untuk bekerjasama dengan orang lain,” katanya lagi.

Prof. Iwan juga mengatakan, sistem pendidikan di Olifant School dilakukan untuk mengupayakan tujuan di atas. Anak tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek pendidikan.

“Olifant berani melakukan eksperimentasi dalam pendidikan anak, Olifant berani membawa teknologi dalam pendidikan, yang paling penting Olifant membawa pengalaman dalam pendidikan, di mana hal tersebut harus didukung oleh orang tua yang berani diajak bereksperimen dalam pendidikan anak,” imbuhnya. (Andi)

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/