Pemeliharaan Kesehatan Pada Ibu


Pemeliharaan Kesehatan Pada Ibu

Pemeliharaan Kesehatan Pada Remaja Calon Ibu

Masa remaja merupakan salah satu fase dari perkembangan individu yang mempunyai cirri berbeda dengan masa sebelumnya atau sesudahnya. Kata remaja diterjemahkan dari kata adolonsence (dalam bahasa inggris) atau adoloescere (dalam bahasa Latin yang berarti tumbuh atau masak, menjadi dewasa). Adolescence menggambarkan seluruh perkembangan remaja baik secara fisik, psikis, dan sosial. Istilah ini untuk menunjuk pengertian remaja adalah pubertas.

Masa remaja ditinjau dari rentang kehidupan individu merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut Adams dan Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11-20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13-16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17-18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Klasifikasi remaja dimulai pada fase awal remaja, yaitu 10-16 tahun, 16-19 tahun remaja menengah, >19-25 tahun remaja akhir.

Remaja adalah tahap umur yang setelah masa kanak-kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat. Pertumbuhan yang cepat pada tubuh remaja, luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap  sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja.

Masa remaja pada usia 18 tahun merupakan masa yang matang sebagai peralihan masa kana-kanak ke masa dewasa. Masa remaja mempunyai ciri sebagai berikut.

  1. Sebagai periode penting perubahan sikap perilaku.
  2. Periode peralihan.
  3. Periode perubahan.
  4. Masa mencari identitas.
  5. Usia bermasalah.
  6. Usia yang menimbulkan kesulitan.
  7. Masa tidak realistik.
  8. Ambang masa dewasa

Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja, meliputi:

  1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal sebagai masa storm dan stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik, terutama hormon yang terjadi remaja.
  2. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
  3. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal yang menarik yang baru dan lebih matang.
  4. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting karena sudah mendekati dewasa.

Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebesan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab.

International Conference on Population and Development (ICPD) pada tahun 1994, melakukan upaya untuk pengembangan program yang cocok untuk kebutuhan kesehatan reproduksi remaja. Strategi kunci untuk menjangkau dan melayani generasi muda:

  1. Melakukan pengembangan layanan-layanan yang ramah bagi generasi muda.
  2. Melibatkan generasi muda dalam perancangan, pelaksanaan dan evaluasi program.
  3. Membentuk pelatihan bagi penyedia layanan untuk dapat melayani kebutuhan dan memperhatikan kekhawatiran khusus bagi para remaja.
  4. Mendorong munculnya upaya-upaya advokasi masyarakat untuk mendukung perkembangan remaja dan mendorong perilaku kesehatan yang positif.
  5. Memadukan latihan-latihan membangun keterampilan ke dalam program-program yang ditujukan untuk remaja.

Program-program yamg dikembangkan bagi remaja dapat mendorong untuk pemberian kesempatan bagi remaja untuk produktif secara sosial ekonomi. Jika hal ini dipadukan dengan adanya informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi akan memacu mereka untuk menunda aktivitas seksual remaja sehingga member dampak keputusan jangka panjang dalam merencanakan masa depan remaja. Remaja memerlukan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi tentang seksualitas, kontrasepsi, aktivitas seksual, aborsi, penyakit menular seksual dan gender.

Sumber: https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/kinemaster-pro/