Patofisiologi


Patofisiologi

–          Kelainan pada testis (tumor,infeksi/trauma)

–          Penyumbatan cairan/darah di dalam korda spermatika

–          Penumpukan darah di tunika vaginalis

–          Nyeri

–          Tidak menutupnya rongga antara tunika vaginalis

–          Penumpukan cairan di tunika vaginalis

–          Terakumulasinya cairan di tunika vaginalis

–          Obstruksi di aliran limfe/vena didalam funikulus spermatikus

–          Menekan pembuluh darah yang ada di dalam testis

–          Atrofi testis

–          Pembengkakan

–          Resiko kerusakan integristas kulit

–          Perubahan body image

Hidrokel disebabkan oleh kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) ataupun ketidaksempurnaan dari prosessus vaginalis tersebut menyebabkan tidak menutupnya rongga peritoneumm dengan prosessus vaginalis. Sehingga terbentuklah rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal dan menyebabkan terakumulasinya cairan yang berasal dari sistem limfatik disekitar.

Cairan yang seharusnya seimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. Tetapi pada penyakit ini, telah terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan limfa. Dan terjadilah penimbunan di tunika vaginalis tersebut. Akibat dari tekanan yang terus-menerus, mengakibatkan Obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. Dan terjadilah atrofi testis dikarenakan akibat dari tekanan pembuluh darah yang ada di daerah sekitar testis tersebut.

  1. Manifestasi klinis

Gambaran klinis hidrokel kongenital tergantung pada jumlah cairan yang tertimbun. Bila timbunan cairan hanya sedikit, maka testis terlihat seakan-akan sedikit membesar dan teraba lunak. Bila timbunan cairan banyak terlihat skrotum membesar dan agak tegang. Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi.

 

RECENT POSTS