Pasca Periode Tabi’I al-Tabi’in


Pasca Periode Tabi’I al-Tabi’in

Pasca Periode Tabi’I al-Tabi’in

Pasca Periode Tabi’I al-Tabi’in

Pada periode ini dapat dikategorikan

sebagai periode khalaf, suatu periode dengan 300 tahun setelah zaman nubuwah.Hikmah teoritis dan hikmah praktis dikembangkan dengan metode penalaran yang pernah berkembang sebelumnya dengan ditandai munculnya berbagai corak pemikiran di dalam berbagai bidang kajian keislaman sebagai hasil dari akumulasi interaksi antarbudaya dalam perjalanan aktivitas dakwah sebagai aktualisasi dari hikmah (pemikiran filosofis dakwah).

Dalam tataran hikmah teoritis dari segi metodologi pada periode khalaf ini dapat digolongkan kepada: Pertama, kelompok pengguna penalaran Isyraqi (Iluminasionisme) pendukung metode yang dikembangkan oleh Plato dengan tidak mengabaikan metodenaql. Kedua, kelompok pengguna penalaran Masya’i (Peripatetisisme) pendukung metode yang dikembangkan oleh Aristoteles dengan tidak mengabaikan metode naql. Rijal al-dakwah pendukung metode sebagaimana disebutkan diatas adalah kelompok Mu’tazilah, Asyariyah dan  Syi’ah. Mereka telah mengkaji tentang konsep teologi sebagai pesan dakwah, konsep manusia dan konsep alam.

Dari kalangan sufi yang menggunakan metode Irfan, pemikiran mereka lebih menekankan pada kontek dakwah Nafsyiyah (Internalisasi ajaran Islam pda tingkat intra individu), antar pribadi dan kelompok di atas dasar cinta kepada Tuhan dengan tidak mengabaikan dasar syariat yang lebih mengatur aspek perilaku lahiriyah.


Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/