Nyasar ke Kampung, Siswi SLB Nyaris Gagal Ujian Sekolah

Nyasar ke Kampung, Siswi SLB Nyaris Gagal Ujian Sekolah

Nyasar ke Kampung, Siswi SLB Nyaris Gagal Ujian Sekolah

Nyasar ke Kampung, Siswi SLB Nyaris Gagal Ujian Sekolah
Nyasar ke Kampung, Siswi SLB Nyaris Gagal Ujian Sekolah

Di SLB.AB Kemala Bhayangkari, ada sembilan peserta ujian sekolah. Yakni, tujuh tunarungu dan dua tunaganda. Senin (15/5) itu anak-anak istimewa tersebut mengerjakan soal dengan bersemangat. Meski banyak kendala, mereka mampu mengerjakan semua soal. ”Ada yang kemampuan baca tulisnya sangat terbatas. Pengawas harus aktif membantu,” kata Kepala SLB.AB Kemala Bhayangkari Siti Fatimah kemarin.

Terutama yang mengalami gangguan ganda atau biasa disebut mampu latih.

Kategori itu hanya bisa dilatih, tapi tidak bisa dididik. Kemampuan baca tulisnya pun sangat terbatas. ’’Kadang tahu huruf, tapi tidak bisa membaca,” ucapnya.

Karena itu, jenis soal dibedakan. Untuk tunarungu, ada 50 butir soal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud. Sementara itu, yang berkebutuhan ganda hanya memperoleh 25 soal dari Dispendik Gresik.

Nyasar ke Kampung, Siswi SLB Nyaris Gagal Ujian Sekolah

TENANG: Suasana ujian sekolah Senin (15/5) di SLB.AB Kemala Bhayangkari. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Pada awal pekan itu pula seorang siswa SLB hampir gagal ikut ujian sekolah. Dia adalah Santi Wira Suud, 15. Menjelang ujian pukul 08.00, Santi tiba-tiba ’’menghilang”. Beberapa kali dicari ke rumahnya di Randuagung, bocah berkebutuhan ganda tersebut tidak ditemukan.

Akhirnya, pukul 08.30 dia baru ditemukan

di perkampungan Randuagung. Rupanya, dia nyasar saat menuju sekolah. ”Maksudnya mau berangkat ke sekolah, tetapi nyasar,” ungkap Nikmatul Izzah, salah seorang pengawas.

 

Sumber :

http://blog.umy.ac.id/herulampung/contoh-teks-eksplanasi-tentang-musim-kemarau/