Lantik Lima Pimpinan PTN, Menristekdikti Tegaskan akan Lakukan Evaluasi Rutin

Lantik Lima Pimpinan PTN, Menristekdikti Tegaskan akan Lakukan Evaluasi Rutin

Lantik Lima Pimpinan PTN, Menristekdikti Tegaskan akan Lakukan Evaluasi Rutin

Lantik Lima Pimpinan PTN, Menristekdikti Tegaskan akan Lakukan Evaluasi Rutin
Lantik Lima Pimpinan PTN, Menristekdikti Tegaskan akan Lakukan Evaluasi Rutin

Jakarta-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik dua rektor

universitas negeri dan tiga direktur politeknik negeri. Menteri Nasir mengatakan Kemenristekdikti akan mengawasi secara periodik kepada pemimpin perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut agar dapat mencapai target sesuai jenis perguruan tingginya.

“Bisa kami lakukan evaluasi setiap triwulan, setiap semester, dan setiap tahun, bagaimana kinerja yang telah dilakukan oleh para pimpinan tersebut. Apakah sesuai dengan target yang ditetapkan, sesuai dengan apa yang direncanakan?” ungkap Menteri Nasir saat Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kemenristekdikti di Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti pada Rabu (6/3/2019).

Para pimpinan PTN yang dilantik oleh Menristekdikti berdasarkan Surat Keputusan

(SK) yang dikeluarkan pada 5 Maret 2019 adalah:

1.Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP. diangkat menjadi Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2019 – 2023;

2. Ir. Arnoldus Klau Berek, M.P., Ph.D. diangkat menjadi Rektor Universitas Timor (Unimor) periode 2019 – 2023;

3. Joni Riadi, SST., MT. diangkat menjadi Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin periode 2019 – 2023;

4. Saiful Anwar, S.TP, MP. diangkat sebagai Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) periode 2019 – 2023;

5. Ir. H. Muhammad Toasin Asha, M.Si. diangkat sebagai Direktur Politeknik Negeri Pontianak periode 2019 – 2023.

Menteri Nasir menyampaikan target bagi universitas berbeda dengan target bagi politeknik. Target bagi universitas berfokus pada peningkatan kinerja dan akreditasi akademik.

“Khususnya yang universitas, harus kita tingkatkan kualitasnya. Sekarang program studi di lingkungan

perguruan tinggi yang Saudara pimpin, berapa yang sudah akreditasi A, akreditasi B, akreditasi C. Maka, yang C harus ditingkatkan menjadi akreditasi B, kalau bisa lompat menjadi A. Demikian yang B, menjadi A. Yang A bagaimana masuk ke akreditasi internasional,” ungkap Nasir.

 

Baca Juga :