KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN


KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN

KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN

KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN

Selain ditandai dengan adanya karakteristik tersendiri pada sektor politik, demokrasi terpimpin juga memiliki kondisi tersendiri dari segi sosial budaya. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa peristiwa berikut ini:

1. ADANYA KERUSUHAN DI JAKARTA

Kondisi sosial di Indonesia menjadi kacau ketika ada konfrontasi Indonesia-Malaysia. Di Jakarta kala itu, kedutaan besar Inggris dan beberapa rumah staf mereka dibakar habis. Dan untuk balas dendam, kedutaan dari Indonesia yang berlokasi di Malaysia juga dirusak. Akhirnya, hubungan diplomatik antara Malaysia dengan Singapura dihapuskan.

2. ADANYA LARANGAN PEDAGANG ASING DI LUAR IBUKOTA

Pada era domokrasi terpimpin, ada konflik antara pedagang asing, khususnya pedangan Cina. Kemudian, para pedagang asing tersebut akhirnya dilarang untuk menjajakan dagangannya di kawasan desa. Akhirnyal, pemerintah Beijing memberi suatu reaksi yang keras atas upaya tentara Indonesia tersbeut.

3. ADANYA KONFLIK LEKRA DENGAN MANIKEBU

Sementara dari sisi budaya juga ada konflik Lekra dengan Manikebu. Lekra masuk ke dalam jajaran pendukung nasakom. Sedangkan Manukebu adalah para akademisi yang menolak ajaran tersebut. Kelompok ini memproklamirkan diri sebagai pendukung pancasila, namun ia tidak setuju dengan gagasan nasakom.

4. ADANYA LARANGAN MUSIK SERTA TARIAN BERBAU BARAT

Semua sektor kehidupan di masa demokrasi terpimpin memang didominasi oleh kekusaan politik. Bahkan, pernah ada beberapa seniman yang ditahan lantaran memainkan musik yang sifatnya kebarat-baratan. Salah satu pidoto presiden Soekarno ada yang berisi mengenai kecaman terhadap berbagai kebudayaan Barat yang tumbuh di Indonesia.


Sumber: https://www.smsgrosir.co.id/the-tiny-adventures-apk/