KOMPETENSI PANCASILA


KOMPETENSI PANCASILA

KOMPETENSI PANCASILAKOMPETENSI PANCASILA

menjadi warga Negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara.

  1. menjadi warga Negara yang komit terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi, berpikir kritis terhadap permasalahannya.
  2. berprtisipasi dalam:
  3. Upaya menghentikan budaya kekerasan dengan dami dan menghormati supremasi hokum.
  4. Menyelesaikan konflik dalam masyarakat dilandasi sisten nilai pancasila dan universal.
  5. berkontribusi terhadap berbagai persoalann dalam public policy.
  6. memiliki pengertian internasional tentang cicil society dan menjadi warga Negara yang kosmopolit.

 

TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Pendidikan pancasila mengarah perhatian pada moral yang diharap dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan perilaku yang mendudkung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi ataupun golongan.

  1. Tujuan Nasional

Tujuan Nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan UUD 1945 alnia ke-4, menyatakan “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social “. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan usaha manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatiakan tantangan perkembangan global.

 

  1. Tujuan Pendidikan Nasional

Pendidikan Nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujutkan tujuan nasional. Berdasarkan UU no 2 tahun 1989 tentang sisitim Pendidikan Nasional, menurut pasal 4 menyatakan tentang tujuan pendidikan Nasional yaitu pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggungjawab kemasyarakatan dan bangsa. Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional, sebagai pengalaman pancasila di bidang pendidikan, maka pendidikan nasional mengusahakan: pertama, pembentukan manusia pancasila sebagai manusia pembangunan tang tinggi kualitasnya dan mampu bermandiri; kedua, pemberian dukungan bagi perkembangan masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia yang terwujut dalam ketahanan nasional yang teguh mengandung makna terwujutnya kemampuan bangsa menagkal setiap ajaran, paham, dan ideology yang bertentangan dengan pancasila.

 

  1. Visi dan Misi Pendidikan Pengembangan Kepribadian

Pendidikan pancasila sebagai salah satu dari mata kuliah pengembangan kepribadian. Visi dan Misi mata kuliah pengembangan kepribadian, yaitu sebagai berikut:

  1. Misi MPK yaitu menjadi sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggara progam studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya.
  2. Visi MPK yaitu menyadarkan dan mewujutkan nilai dasar agama dan kebudayaan dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dikuasainya dengan tanggung jawab kemanusiaan.

 

  1. Kompetensi Pendidikan Pancasila

Kompetensinya bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Kompetensi yang diharapkan adalah sebagai manusia intelektual. Kompetensi yang diharapakan adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggungjawab sesuai dengan sikap hati nuraninya.
  2. Kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan, serta cara-cara pemecahannya.
  3. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  4. Mengenali kemampuan untuk memaknaia peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

Sumber: https://dosenpendidikan.id/