Keterampilan Proses Sains

Keterampilan Proses Sains

Keterampilan Proses Sains

Keterampilan Proses Sains
Keterampilan Proses Sains

Pembelajaran sains

adalah pembelajaran dimana siswa tidak hanya dituntut untuk lebih banyak mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains secara verbalistis, hafalan, pengenalan rumus-rumus, dan pengenalan istilah-istilah melalui serangkaian latihan secara verbal, namun hendaknya dalam pembelajaran sains, guru lebih banyak memberikan pengalaman kepada siswa untuk lebih mengerti dan membimbing siswa agar dapat menggunakan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam pembelajaran sains diperlukan kemampuan berfikir. Maka, sebagai hasil belajar sains diharapkan siswa memiliki kemampuan berfikir dan bertindak berdasarkan pengetahuan sains yang dimilikinya melalui kerangka berfikir sains.

Keterampilan proses sains

melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif atau intelektual (learning competence), manual (procedural competence), sosial (social competence) serta komunikasi (communicative competence)(Graber et al., 2002; Nentwig, et al., 2002).

Dasar-dasar keterampilan proses sains

adalah pengamatan, pengklasifikasian, penginferensian, peramalan, pengkomunikasian, pengukuran, penggunaan bilangan, penginterpretasian data, melakukan eksperimen, pengontrolan variabel, perumusan hipotesis, pendefinisian secara operasional, dan perumusan model.

Penerapan pendekatan keterampilan proses sains

dalam pembelajaran fisikadiharapkan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan dan mengembangankan sikap dan nilai sehingga, melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan percobaan di laboratorium dan memungkinkan siswa dapat menumbuhkan sikap ilmiah untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan yang mendasar, sehingga dalam proses pembelajaran siswa dapat memahami konsep yang dipelajarinya.

 

Baca Artikel Lainnya: