Kepamongprajaan IPDN Belajar Langsung Dengan Bima Arya

Kepamongprajaan IPDN Belajar Langsung Dengan Bima Arya

Kepamongprajaan IPDN Belajar Langsung Dengan Bima Arya

 

Kepamongprajaan IPDN Belajar Langsung Dengan Bima Arya

Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Sekitar 30 siswa program profesi kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melakukan kunjungan ke Balai Kota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Senin (06/08/2018).

Kunjungan ini langsung diterima Wali Kota Bogor Bima Arya

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Herry Karnadi beserta jajarannya. Kedatangan siswa IPDN yang berasal dari berbagai daerah ini untuk mendapat arahan secara langsung dari orang nomor satu di Kota Bogor.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi

Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, para siswa ini merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III yang belum mengikuti sekolah bidang pemerintahan. Mereka kemudian ikut dalam program profesi Kepamongprajaan. Salah satu pembelajarannya terkait peran pemerintah daerah dalam menegakan Peraturan Daerah (Perda).

“Saya juga kebetulan dosen yang mengajar. Jadi saya ajak kesini untuk ketemu sama pak wali mendengar langsung pengalaman pak wali sekaligus menjadi bekal untuk mereka,” ujarnya.

Direktur Program Profesi Kepamongprajaan IPDN Kemendagri Margaretha Rumbekwan mengatakan, sebelumnya para siswa program profesi kepamongprajaan sudah pernah ke Balai Kota Bogor namun saat itu hanya bertemu dengan Kasatpol PP. Maka, pada kesempatan hari ini pihaknya berharap bisa mendengar pesan dan arahan dari Wali Kota Bogor yang nantinya menjadi bekal ilmu bagi siswa. “Program profesi kepamongprajaan ini sesuai peraturan pemerintah dan wajib diikuti terutama bagi camat. Sehingga kepulangan kami dari sini bisa membawa ilmu dan suka cita,” jelasnya.

Sementara itu

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, dirinya menyambut dengan bangga dan hormat atas kunjungan dari siswa program profesi kepamongprajaan IPDN di Kota Bogor. Menurutnya, setiap orang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Termasuk dirinya yang saat pertama kali menjabat menjadi Wali Kota Bogor di 2014 silam berlatar belakang politisi bukan birokrat.“Itu bukan hal mudah, banyak tantangan dan dinamikanya,” ujar Bima.

Meski terbilang sulit, lanjut Bima, ada satu hal yang menguatkanya

Yakni ini merupakan ikhtiar pengabdian yang sangat mewah. Arti mewah disini bukan dari segi materil tetapi kemewahan karena dapat meringankan, memudahkan, urusan warga yang tentu saja akan mendapat pahala dunia akhirat.

“Kalau tidak punya keyakinan itu berat sekali tantangannya. Saya beruntung dapat bekerja sama dengan ASN yang profesional,” katanya.

 

Artikel terkait: