IPad untuk Murid Taman Kanak-Kanak

IPad untuk Murid Taman Kanak-Kanak

IPad untuk Murid Taman Kanak-Kanak

IPad untuk Murid Taman Kanak-Kanak
IPad untuk Murid Taman Kanak-Kanak

Meskipun beberapa pihak mengecam sebagai pemborosan, namun para pejabat sekolah di Auburn, Maine memperkirakan langkah itu akan mendorong proses belajar pada sejumlah bidang akademis.

Sembilan tahun lalu, Maine menjadi negara bagian pertama yang membekali siswa-siswa sekolah menengah pertama (SMP) dengan komputer laptop – sebuah program yang telah diperluas hingga ke separuh dari seluruh sekolah menengah atas (SMA).

Kini dalam sebuah program yang menarik perhatian dunia internasional, sebuah sekolah tingkat

kabupaten di Maine telah meluncurkan inisiatif belajar baru yang melengkapi semua murid taman kanak-kanak dengan iPad.

Di sekolah dasar Sherwood Heights di Auburn – Maine, Laurie Gerard mempersiapkan kelasnya untuk belajar iPad. Sebelum mereka mengumpulkan komputer jenis tablet, murid usia lima dan enam tahun melafalkan lagu pendek tentang aturan-aturan dasar penggunaan komputer itu.

“Saya memperkenalkan aplikasi magnetik kami kepada anak-anak

. Kami akan menggunakannya bersama mereka untuk membuat nama dan kata-kata. Kami membuat kata-kata. Dan hari ini kami hanya akan menjelajah sehingga mereka mulai menyukai aplikasi ini sebelum mereka benar-benar dapat menggunakannya,” ujar Laurie Gerard.

Sewaktu tahun ajaran berjalan, Gerard berencana menggunakan berbagai aplikasi iPad untuk membantunya menemukan rencana belajar individual bagi setiap murid. IPad telah menjadi fitur kelasnya sejak kelas-kelas dimulai bulan September lalu, dan mereka dengan cepat menjadi kegemaran para murid.

Daniel Fitzgerald yang berusia lima tahun memainkan permainan kata-kata interaktif, mencoba mengeja keras-keras namanya menggunakan iPad.

Kepala Sekolah Sherwood Heights Laura Shaw mengatakan bahwa iPad

juga memberi anak-anak masukan segera.

“Anak-anak – khususnya di taman kanak-kanak – sangat mahir dan belajar dengan sangat baik ketika mereka benar-benar memanfaatkan informasi dan obyek,” kata Laura.

Laura menambahkan, “Ketika anda memiliki 18 anak-anak di ruang kelas dan anda melihat 10 anak-anak mengangkat tangan mereka, guru akan berupaya melakukan yang terbaik untuk melihat mereka semua. Tetapi kadang-kadang dengan iPads dan aplikasi tertentu, anak-anak segera mendapatkan masukan. Mereka tahu apa yang telah mereka lakukan benar dan dapat terus maju, atau mereka tahu “oh saya harus minta tolong.”

 

Sumber :

https://gust.com/companies/danu-s-startup