Inflasi Pedesaan di Jabar 0,24 Persen

Inflasi Pedesaan di Jabar 0,24 Persen

Inflasi Pedesaan di Jabar 0,24 Persen

Inflasi Pedesaan di Jabar 0,24 Persen
Inflasi Pedesaan di Jabar 0,24 Persen

BANDUNG-Di daerah perdesaan Jawa Barat pada

Oktober 2016 terjadi inflasi sebesar 0,24 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran enam mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau yaitu sebesar 0,67 persen, diikuti Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga inflasi 0,62 persen, Kelompok Kesehatan inflasi 0,29 persen, Kelompok Sandang inflasi 0,26 persen, Kelompok Transportasi & Komunikasi
inflasi 0,19 persen, Kelompok Perumahan inflasi 0,15 persen, sementara Kelompok Bahan Makanan deflasi 0,03 persen.

Disisi lain, harga rata-rata Gabah Kering Panen

(GKP) di Tingkat Petani Jawa Barat sebesar Rp. 4.510,99,- per kilogram atau naik 0,88 persen dibandingkan harga GKP September 2016 Rp. 4.471,81,-, Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik 0,36 persen dari Rp. 5.016,30,- menjadi Rp. 5.034,48,- per kilogram, sementara untuk Gabah Kualitas Rendah naik 5,84 persen dari Rp. 3.422,65,- menjadi Rp. 3.622,65,- per kilogram.

Rata-rata harga beras di Tingkat Penggilingan

Rp. 9.407,13 per kilogram atau naik 1,07 persen dibandingkan September 2016 yang tercatat Rp. 9.307,30. Berdasarkan patahan (broken) beras, kualitas Beras Premium turun 1,25 persen dari Rp. 9.900,16 menjadi Rp. 9.776,71, sedangkan Medium naik 2,15 persen dari Rp. 8.942,68 menjadi Rp. 9.134,85, dan Beras kualitas Rendah naik 4,65 persen dari Rp. 8.450,00 menjadi Rp. 8.842,86. jo

 

Baca Juga :