Hari Guru Sedunia 2018, Hadadi : Tingkatkan Profesionalisme dan Kinerja Guru

Hari Guru Sedunia 2018, Hadadi Tingkatkan Profesionalisme dan Kinerja Guru

Hari Guru Sedunia 2018, Hadadi : Tingkatkan Profesionalisme dan Kinerja Guru

Hari Guru Sedunia 2018, Hadadi Tingkatkan Profesionalisme dan Kinerja Guru
Hari Guru Sedunia 2018, Hadadi Tingkatkan Profesionalisme dan Kinerja Guru

Dalam memperingati Hari Guru Sedunia 2018, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat,

Ahmad Hadadi mengajak guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas penyelenggaraan pendidikan khususnya untuk Jawa Barat.Hadadi mengatakan pendidikan memerlukan ekspansi, yaitu menyediakan guru yang berkualitas, maka harus dipastikan bagaimana guru mendapatkan kesempatan belajar setinggi-tingginya. Dengan demikian guru akan mampu merespon kebutuhan semua siswa.

“Selamat Hari Guru Sedunia 2018. Mari kita tingkatkan profesionalisme dan kinerja g

uru beserta dengan tenaga kependidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Mari kita tingkatkan layanan agar terciptanya pendidikan yang berkualitas, khususnya di Jawa Barat. Insya Allah dengan peningkatan kapasitas maka akan tercipta suasana pembelajaran yang lebih kondusif sehingga anak-anak peserta didik lebih kreatif,” ujar Hadadi, pada Jumat, 5 Oktober 2018.

Melalui hari guru ini, Hadadi mengatakan pemenuhan hak kepada guru merupakan hal yang utama, sehingga diperoleh tenaga kependidikan yang berkulitas. Melalui pendidikan yang berkualitas diharapkan terciptanya guru-guru yang memiliki kompetensi, sehingga memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik.

“Dengan demikian guru akan mampu merespon kebutuhan semua siswa.

Dengan ini kami pun melakukan berbagai upaya agar tercipta suasana belajar mengajar yang lebih kondusif bagi guru. Karena dengan suasana yang kondusif, akan tercipta kreatifitas siswa yang tinggi,” ujar Hadadi.

Peringatan Hari Guru Sedunia tahun 2018 menekankan pembahasan tentang empat hal, pertama, kisah sukses sekolah atau komunitas, di mana guru telah membuat perbedaan bagi anak-anak yang terpinggirkan atau rentan yang hidup dalam situasi darurat atau krisis. Kedua, contoh bagaimana negara telah berhasil menyebarkan guru yang terlatih dan berkualitas ke daerah terpencil atau pedesaan.

Ketiga pemerintah, organisasi guru, dan sektor swasta dapat bekerja bersama untuk memobilisasi pembiayaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perekrutan dan pelatihan guru. Dan terakhir pendekatan inovatif untuk menjaga guru termotivasi untuk tetap dalam profesi dan untuk meningkatkan kualitas pengajaran.***

 

Baca Juga :