Hal yang Harus Dihindari semua Ayah Agar Anak Lebih Penurut

Hal yang Harus Dihindari semua Ayah Agar Anak Lebih Penurut

Menjalin hubungan harmonis dan menciptakan anak lebih penurut di ketika ayah pun harus bekerja memang bukan perkara mudah. Simak sejumlah langkah yang mesti dihindari semua ayah bila hendak hubungannya dengan si kecil tetap baik!

Membentak atau Berteriak

Kadang sesudah hari yang panjang di kantor, kita merasa lelah dan perlu istirahat. Di ketika inilah kesabaran kita menghadapi si kecil diuji. Anda barangkali perlu masa-masa berkonsentrasi guna memeriksa sejumlah berkas di lokasi tinggal sementara anak masih heboh bermain di ruangan sebelah. Jika hendak anak lebih penurut, usahakanlah untuk santai dan bicaralah dengan mereka tanpa mesti menyanjung suara.

Namun, bicara dengan nada rendah tidak serta merta menciptakan anak tidak menikmati kemarahan Anda. Mereka dapat saja menyaksikan ekspresi kemarahan melewati wajah dan tatapan Anda. Anak pun kadang dapat merasakan nada suara kita yang bertolak belakang atau gerak-gerik tubuh yang mengindikasikan rasa frustrasi.

Untuk menghindari urusan semacam ini usahakanlah untuk memungut napas dalam-dalam dan cobalah berkata sambil tersenyum. Sejajarkan jarak pandang kita hingga dapat bertatapan langsung dengan si kecil lantas sampaikan apa yang hendak Anda katakan dengan nada yang lembut dan sarat kasih sayang. Dengan teknik ini seringkali mereka bakal menanggapi dengan lebih positif dan anak lebih penurut pada apa yang kita katakan.

Menyuruh Mereka Sabar Padahal kita Sendiri Tidak

Saat sibuk, Anda seringkali jadi lebih sensitif ketika si kecil memanggil guna meminta pertolongan seperti menggarap PR atau mohon diambilkan sesuatu. Anak biasanya bercita-cita Anda segera meninggalkan apa yang Anda lakukan dan menuruti permintaannya. Saat kita memintanya menunggu, dapat jadi ia bakal marah-marah duluan. Kenapa ini dapat terjadi?

Anak pada dasarnya meniru apa yang ia lihat. Jika ia tidak sabaran, bisa jadi ini pun karena Anda mengerjakan hal yang sama. Saat menyuruhnya berhenti bermain atau makan, kita tidak memberi jeda dan menantikan mereka.

Cobalah guna memberi masa-masa 10 sampai 15 menit hingga ia mengemban setiap perintah Anda. Dengan mengerjakan hal yang sama laksana yang kita harapkan dari si kecil, ini akan menolong anak lebih penurut nantinya.

Mendengar Tapi Tidak Mendengarkan

Tidak seluruh orang memiliki keterampilan mendengarkan. Saat Anak menuliskan sesuatu, semua orang tua yang sibuk seringkali hanya menyahut sekadarnya tanpa benar-benar mengetahui maksud anak. Ada pun orang tua yang mencukur pembicaraan anak dan tidak memberikan peluang mereka menyatakan sampai akhir. Hal semacam ini dapat memicu anak bersikap pembangkang.

Cobalah guna menjadi pendengar yang aktif. Anda dapat memulai dengan mengulangi pulang apa yang ia katakan. Ini dapat menunjukkan padanya bahwa Anda memperhatikan apa yang dikatakan si kecil.

Terlalu Banyak Berkata “Tidak”

Ketika anak mengerjakan sesuatu yang tidak disukai, banyak sekali orang tua hanya berbicara ‘jangan’ atau ‘tidak’. Kadang kedua kata ini lebih sering terbit daripada kata ‘ya’. Alih-alih mengejar kesalahannya dan melarang, jajaki temukan urusan baik yang ia kerjakan dan puji ia dengan mengatakan, “Ya, bagus. Ini baru anak Ayah!” Atau saat ia susah disuruh tidur, alih-alih menuliskan “Jangan bermain terus” jajaki ganti dengan “Ya, Ayah tahu anda masih hendak bermain, tapi kini sudah waktunya tidur.”

Sumber : http://www.tukaerusite.com/e/www.pelajaran.co.id/