HAKEKAT PSIKOLOGI


  1. HAKEKAT PSIKOLOGI

Sebelum membahas mengenai psikologi pendidikan, terlebih dahulu akan dibahas masing-masing pengertian dari psikologi dan pendidikan. Secara etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “Psyche” yang berarti jiwa atau roh, dan “logos “ yang berarti ilmu pengetahuan. Jika dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu pengetahuan yang memepelajari tentang jiwa atau roh ( yang mana hal tersebut tidak bisa dilihat atau diketahui secara empiris ).
Kalau kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yaitu adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak.
Psikologi bukan hanya diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sesuatu yang abstrak atau tidak bisa dilihat melaikan psikologi adalah ilmu yang ingin mempelajari manusia sebagai satu kesatuan antara jasmani dan rohani.
Dalam psikologi hendak menyelidiki, apa sebenarnya manusia? Mengapa ia berbuat atau bertindak demikian? Apa tujuannya ia berbuat demikian?
Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkahlaku manusia. atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda, maka definisi yang dikemukakan juga berbeda-beda. Diantara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu, diantaranya sebagai berikut. Seperti yang dikemukakan oleh Woodworth : psychology studies the individual’s activities in relation environment ( R.S. Woodworth and DC Marquis, 1995:3).
Menurut crow and crow psikologi diartikan sebagai berikut : psychology is the study of human behavior and human relationship ( crow & crow, 1958:6 ). Dari batasan tersebut jelas bahwa yang dipelajari oleh psikologi adalah tingkah laku manusia yaitu ilmu yang mempelajari cara berinteraksi dengan alam luar baik manusia atau non manusia:hewan, iklim, kebudayaan, dll.
Para ahli psikologi mempelajari pula tentang tingkah laku hewan seperti tikus, anjing, serangga dan lain sebagainya. Penyelidikan terhadap hewan itu dilakukan dalam hubungan penyelidikan terhadap tingkah laku manusia.
Sedangkan Sartain mengatakan bahwa “psycologhy is the scientific study of behavior of living organism, with especial attention given to human behavior “ yaitu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme hidup terutama tingkah laku manusia. Pendapat lain mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan pengalaman manusia.
Menurut aliran behaviorisme, psikologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang menekankan kepada perilaku manusia (perbuatan dan ucapannya baik yang dipelajari maupun tidak dipelajari) sebagai pokok masalah kajian, adapun yang menjadi obyek material dari kajian psikologi adalah : perilaku manusia yang nampak ( overt behavior ) yang bersifat obyektif dan dapat diamati, dan perilaku yang tidak nampak ( covert behavior ).
Caplin (Syah, 1997 / hal. 8) mendefinisikan psikologi sebagai “the science of human and animal behavior, the study of of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment” (Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).
Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld (Sarwono dalam Syah, 1997 / hal.8) mendefinisikan psikologi sebagai studi tentang hakikat manusia. Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal.8) membatasi psiklogi sebagai “cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa”.
Dr. Singgih Dirgagunarsa mengemukakan bahwa ” Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa :psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental, berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia seperti penggunaan pancaindera, pikiran, perasaan, dan kehendak.
Terdapat dua pandangan pokok yang mendominasi psikologi yakni :
  1. Aliran humanistik, yang memandang bahwa dengan mempelajari perasaan, motif dan keinginan akan lebih memahami manusia dan tingkah lakunya.
  2. Aliran behaviorisme modern, yang mengatakan bahwa studi tentang tingkah laku yang diamati bukan perasaan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan secara terminologi psikologi ialah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia lewat gejala-gejala jiwa yang tampak dalam dirinya sebagai hasil dari penggunaan segala sesuatu yang ada dalam dirinya sendiri.
Psikologi mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia, tetapi tingkah laku dan pengalaman manusia sangatlah kompleks, untuk itu para ahli psikologi tidak hanya mempelajari atau mencoba untuk mengerti tingkah laku manusia secara sederhana, tetapi berpikir tentang berbagai faktor yang mempengaruhi tingkah laku.