GSI Ajang Pencarian Bakat Bibit Potensial Pesepak Bola Indonesia

GSI Ajang Pencarian Bakat Bibit Potensial Pesepak Bola Indonesia

GSI Ajang Pencarian Bakat Bibit Potensial Pesepak Bola Indonesia

GSI Ajang Pencarian Bakat Bibit Potensial Pesepak Bola Indonesia
GSI Ajang Pencarian Bakat Bibit Potensial Pesepak Bola Indonesia

Kemendikbud menjaring bibit pesepak bola potensial di seantero nusantara. Pencarian bakat itu lewat Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SMP. Ada 10.761 siswa SMP yang siap bersaing untuk menjadi calon-calon bintang sepak bola nasional.

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, GSI merupakan

ajang pencarian bakat pesepak bola Indonesia yang digawangi Kemendikbud bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan PSSI. Modelnya dalam bentuk kompetisi.

Siswa dari masing-masing sekolah di seluruh Indonesia mengikuti kompetisi secara berjenjang. Mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Bagi yang bisa menembus level nasional akan berpotensi dipilih menjadi bintang berbakat.

“Sejauh ini pertandingan untuk level di Indoensia berjalan serentak. Lancar dan melampaui target kemendikbud, semoga ini merupakan langkah yang baik walaupun persiapan belum lama dilakukan,” ujar Muhadjir Effendy di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (30/5).

Untuk diketahui jumlah peserta GSI setiap SMP itu berjumlah 10.761 siswa. Masing-masing tim terdiri dari 18 siswa. Semuanya berasal dari 1.975 kecamatan yang tersebar di 34 provinsi yang meliputi 247 kabupaten/kota. Ada sebanyak 4.151 pertandingan.

Muhadjir berharap kompetisi ini tidak berhenti di tingkat SMP saja.

Melainkan dapat dikembangkan dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. “Kalau anak yang berbakat bisa kita temukan. Kita tidak segan-segan memberikan pelayanan khusus seperti pekerjaan. Kalau sudah jelas berbakat ya berikan jalan ke pemain sepak bola professional,” tegas Muhadjir.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menambahkan, GSI menjadi langkah yang cepat untuk memajukan persepakbolaan di Indonesia. Peserta tidak hanya ditantang untuk bertanding tapi juga diberikan pelatihan.

“Kami percaya pembinaan karakter adalah pondasi yang kuat. Meskipun kemenangan harus dicari tapi karakter perlu digembleng. Tahun 2034 ke depan ditargetkan bisa mencapai Internasional sehingga diharapkan bisa kita dapat dari anak-anak yang mengikuti GSI,” jelas Raden.

Program ini sangat mendapat dukungan dari Ketua KONI

Pusat Tono Suratman. mengaku mendukung program baru Kemendikbud ini. Dia berharap GSI bisa memajukan olahraga dan membuat anak-anak senang bersepakbola.

“Ya kita tidak hanya mencari anak berprestasi. Tapi juga perlu menguatkan pendidikan karakter untuk anak-anak bangsa,” terangnya.

Berikut hasil pengundian peserta GSI di 34 provinsi yang dibagi dalam delapan grup:
Grup A: Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah
Grup B: Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah
Grup C: Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Barat
Grup D: Jambi, Bengkulu, NTT, Sulawesi Utara
Grup E: Sumatera Selatan, Banten, NTB, Sulawesi Selatan
Grup F: Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Papua
Grup G: Riau, D.I Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Maluku
Grup H: Bangka Belitung, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Gorontalo

 

Baca Juga :