GPW Choir SMA 3 Semarang Rebut Emas di Singapore International Choral Festival 2019

GPW Choir SMA 3 Semarang Rebut Emas di Singapore International Choral Festival 2019

GPW Choir SMA 3 Semarang Rebut Emas di Singapore International Choral Festival 2019

GPW Choir SMA 3 Semarang Rebut Emas di Singapore International Choral Festival 2019
GPW Choir SMA 3 Semarang Rebut Emas di Singapore International Choral Festival 2019

Tim Gita Puja Wiyata (GPW) Choir SMA 3 Semarang, Jawa Tengah,

berhasil merebut satu medali emas dan dua medali perak dalam Singapore International Choral Festival 2019.

Dalam ajang bergengsi tingkat internasional yang digelar di University Cultural Centre Theatre dan Yong Siew Toh Conservatory of Music Concert Hall, tanggal 1-4 Agustus 2019 lalu itu, GPW Choir yang berjumlah 37 personel dengan konduktor Han Arvian Arbi, tampil penuh percaya diri membawakan total sembilan lagu, termasuk tiga lagu daerah (folklore) yakni Gundhul-gundhul Pacul. Anging Mamiri, dan Tak Tong Tong.

Di depan dewan juri yang terdiri atas Jennifer Tham, Mark Anthony Carpio,

Andre van der Merwe dan Cara Tasher, GPW Choir tampil memukau. Alunan suara merdu dikombinasi koreo yang atraktif dan rancak, mampu menyihir dewan juri dan penonton.

Alhasil, GPW Choir SMA 3 Semarang diganjar medali emas untuk kategori folklore, sedangkan dua perak berhasil digondol dari kategori mixed youth B1 dan Sacra. Mereka menyisihkan peserta lain dari Indonesia, Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Thailand, Australia, dan tuan rumah Singapura.

“Kami sangat bangga dan bersyukur dengan prestasi ini, karena berhasil membuat bangga

, tak hanya sekolah kami SMA 3, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, dan juga tentunya Indonesia,’’ ujar Priscilla Ardine, ketua tim GPW Choir kepada Beritasatu.com, Rabu (7/8/2019).

Ardine menuturkan, GPW Choir SMA 3 Semarang merupakan satu dari 80 peserta dari tujuh negara. Untuk kategori folklore diikuti 21 choir. Dia mengaku sangat senang karena timnya berhasil menyisihkan 10 choir lainnya dari Indonesia yang ikut dalam ajang tersebut.

Ketua Panitia Tim GWP Choir, Yuliana Ratih Pratiw mengaku bangga dan terharu dengan prestasi tersebut. “Saya terus terang sangat bahagia, bangga dan juga terharu. Anak-anak tak kenal lelah berlatih hampir setiap hari, bahkan libur Sabtu dan Minggu atau hari besar nasional pun mereka tetap konsisten berlatih. Jerih payah dan lelah anak-anak serta dukungan penuh orangtua dan sekolah, terbayar lunas dengan prestasi yang diperoleh ini,’’ ungkapnya.

Wakil Ketua Panitia Sari Purnavita menambahkan, sebelum berangkat tim juga menghadapi kendala dana yang mencapai Rp400 juta. ‘’Kebutuhan dana sebesar itu, tak bisa diatasi dari iuran saja, akhirnya kami bekerja keras menggalang dana dari sponsor, donatur hingga aksi jual makanan, pakaian dan produk pembersih rumah tangga. Puji Tuhan, kendala dana akhirnya bisa teratasi,’’ ujarnya.

Hasil di Singapura ini menambah koleksi gelar juara yang berhasil diraih GPW Choir dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah prestasi yang berhasil dicatat, antara lain Lomba Paduan Suara Tingkat Kota 2011 (Juara 1), 2nd Bali International Choir Festival (BICF) 2013 (Gold Medal), LPS USM 2017 (Juara 1), Lomba Paduan Suara KOMSOS Kreatif Kodim 2017 (Juara 2), 6th Satya Dharma Gita National Choir Festival 2017 di Universitas Diponegoro meraih Gold Medal B, dan diploma perak di ajang Lomba Paduan Suara Universitas Airlangga 2018.

 

Baca Juga :