Fungsi dan Peran Desa

Fungsi dan Peran Desa

Fungsi dan Peran Desa

Fungsi dan Peran Desa
Fungsi dan Peran Desa

Adapun beberapa komponen utama desa yang menjadi unsur dalam mempersiapkan skenario rencana pembangunan permukiman, adalah sebagai berikut:

* Paling mendasar adalah perumahan sebagai fasilitas hunian yang perlu disediakan segera. Pembangunannya perlu dilakukan berdasarkan perencanaan yang layak dalam tatanan ruang  yang ada.

* Pembangunan infrastruktur, jalan dan pengembangan pola jalan yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat untuk membentuk pola ruang desa.

* Penggunaan lahan secara umum harus ditata sedemikian rupa agar dalam penggunaannya secara fungsional (budidaya dan lindung) dapat saling  menunjang/menguntungkan warga.

* Konservasi lingkungan khususnya tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai sabuk hijau perlu diprioritaskan agar dapat berfungsi sebagai perlindungan alamiah penghijauan lingkungan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan serta keindahan.

* Fasilitas umum utama juga berfungsi sebagai tempat penyelamatan bencana (mitigasi) yang dalam perencanaan pembangunannya perlu diperhatikan tingkat aksesibilitas.

* Pemberdayaan masyarakat untuk membangun kapasitasnya menghadapi bencana dengan menggali dan mengeksplorasi kearifan lokal, yaitu pada budaya masyarakat hidup bersahabat dengan alam, konstruksi bangunan tradisional tahan gempa, penyampaian peringatan atau bahaya akan datangnya bencana dengan cara-cara tradisional.

* Sosialisasi langkah penyadaran masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana untuk mengenal ancaman bencana dan siap menghadapinya secara lebih efisien, efektif, cepat dan hemat.

Sistem Nilai Budaya petani indonesia
Watak petani yang hidup di pedesaan menurut para ahli dari abad ke-19, dijiwai oleh maksud serba rela dalam pergaulan. Sedangkan menurut Boeke, petani itu tidak suka bekerja, bersifat statis, tak mempunyai inisiatif, dan hanya suka membebek saja kepada orang-orang tinggi dari kota.

Berdasarkan kerangka Kluckhohn, dapat dirumuskan sistem nilai-budaya petani Indonesia sebagai berikut: Petani di Indonesia, terutama di Jawa pada dasarnya menganggap hidupnya itu sebagai suatu hal yang buruk, penuh dosa dan kesengsaraan. Kebanyakan dari mereka juga bekerja untuk hidup, kadang juga untuk mencapai kedudukan. Ia hanya mempunyai perhatian untuk hari sekarang ini. Hari esok tak pernah ia pedulikan.

Baca Juga :