Fase-Fase dalam Proses Belajar


Fase-Fase dalam Proses Belajar
  1. Fase-Fase dalam Proses Belajar

Belajar merupakan aktivitas yang berproses, sudah tentu di dalamnya terjadi perubahan-peruahan yang  bertahap. Perubahan-perubaan tersebut timbul melalui fase-fase yang antara satu dengan yang lainnya bertalian secara berurutan dan fungsional.

Menurut Brunner, dalam proses belajar dapat dibedakan tiga fase atau episode, yakni (1) informasi, (2) transformasi, (3) evaluasi.

Informasi ( Tahap Penerimaan Materi ) Dalam tiap pelajaran kita peroleh sejumlah informasi, ada yang menambah pengetahuan yang telah kita miliki, ada yang memperhalus dan memperdalam pengetahuan yang telah kita miliki, ada pula informasi yang bertentangan dengan pengetahuan yang telah kita ketahui sebelumnya, misalnya bahwa tidak ada energy yang lenyap.

Fase-Fase dalam Proses Belajar

 Transformasi, ( Tahap Pengubahan Materi ) informasi itu harus dianalis diubah atau ditransformasi ke dalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih luas. Dalam hal ini bantuan guru sangat diperlukan

 Evaluasi. Kemudian kita nilai hingga manakah pengetahuan yang kita peroleh dan transformasi itu dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain.

 Dalam proses belajar ketiga episode ini selalu terdapat, yang menjadi masalah ialah berapa banyak informasi diperlukan agar dapat ditransformasi. Lama tiap episode tidak selalu sama. Hal ini antara lain juga bergantung pada hasil yang diharapkan, motivasi murid belajar, minat, keinginan untuk mengetahui dan dorongan untuk menemukan sendiri.

Menurut Wittig (1981) dalam bukunya Psychology of Learning,  setiap proses belajar selalu berlangsung dalam tahapan-tahapan yang mencakup[6]:

  1. Acquisition (tahap perolehan/penerimaan informasi).

 Pada tingkat ini seorang siswa mulai menerima informasi sebagai stimulus dan melakukan respons terhadapnya, sehingga menimbulkan pemahaman dan perilaku baru. Pada tahap ini terjadi pula asimilasi (penyesuaian) antara pemahaman dengan perilaku baru dalam keseluruhan perilaku, Proses Acquisition dalam belajar merupakan tahapan yang paling mendasar. Kegagalan dalam tahap ini akan mengakibatkan kegagalan pada tahap berikutnya.

  1. Storage(tahap penyimpanan informasi).

Pada tingkat ini seorang siswa secara otomatis akan mengalami proses penyimpanan pemahaman dan perilaku baru yang ia peroleh ketika menjalani proses acquisition. Peristiwa ini sudah tentu melibatkan fungsi short term (jangka pendek) dan long term (jangka panjang) memori.

  1. Retrieval(tahap mendapatkan kembali informasi).

Pada tingkat ini seorang siswa akan akan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi sistem memorinya, misalnya ketika ia menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Proses ini pada dasarnya adalah upaya atau peristiwa mental dalam mengungkapkan dan memproduksi kembali item-item/pengetahuan yang tersimpan dalam memori berupa informasi, symbol, pemahaman, dan perilaku tertentu sebagai respons atas stimulus yang sedang dihadapi.

baca juga :