Dunia Pendidikan Saatnya Berfikir Revolusi Indo\ustri 4.0

Dunia Pendidikan Saatnya Berfikir Revolusi Indo ustri 4.0

Dunia Pendidikan Saatnya Berfikir Revolusi Indo\ustri 4.0

Dunia Pendidikan Saatnya Berfikir Revolusi Indo ustri 4.0
Dunia Pendidikan Saatnya Berfikir Revolusi Indo ustri 4.0

Nusa Dua- Rektor Universitas Pendidikan Nasional

(Undiknas), Denpasar, Bali, Prof. Ir. Gede Sri Darma, D.B.A, mengajak seluruh sivitas akademika berpikir revolusi industri 4.0, termasuk dalam cara mengajar dan mendidik yang berbasis digital.

Dalam acara wisuda Sarjana dan Magister ke-81, yang diikuti 577 wisudawan, di Nusa Dua, Bali itu, Minggu (17/2/2018) ia menilai fenomena itu harus dihadapi bersama, karena itu cara pengajaran di Undiknas juga menggunakan Digital Edukasi 4.0.

Dalam wisuda yang dikaitkan dengan Dies Natalis Undiknas ke-50 itu, ia menjelaskan pada usia ke-50 Undiknas menjadi babak emas pertama kejayaan salah satu PTS terbaik di Pulau Bali ini, karena itu perlu adanya dukungan semua pihak agar menyadari Digital Edukasi 4.0 sangat penting dilakukan.

“Dalam sistem mengajar, para siswa tidak lagi menggunakan buku atau text book.

Namun, bisa juga dengan “vlog” dengan latar belakang “background” panorama berbeda,” katanya.

Ke depan, dalam sistem mengajar para siswa langsung menggunakan aplikasi dan langsung mengimplikasikan secara nyata, mengingat anak-anak milenial saat ini tidak suka digurui, karena mereka sudah bisa belajar melalui media elektronik.

Oleh karena itu, para dosen tidak lagi mengajar dengan tatap muka dengan mahasiswa atau

“face to face” di kelas, namun mengajar dengan sistem “online” sehingga tugas dosen lebih ringan hanya sebagai mediator (guieden). Karena di era digital edukasi nanti, menurut Prof Darma, Universitas yang terbesar akan berada di “webside” yang bentuknya bisa apapun, seperti “google”.

Jadi, mahasiswa bisa dimana pun belajar, namun untuk UTS dan UAS harus dilakukan di dalam kampus guna mengkroscek mahasiswa mengikuti atau tidak proses pembelajaran sebelumnya.

“Saat ini Undiknas sudah memiliki program (platform) global smart digital, sehingga anak muda senang dengan program yang mudah dipahami dan anak-anak muda zaman ini suka dengan hal-hal yang berwawasan global berbasis digital, untuk bisa mencetak dirinya semakin cerdas. Bukan hanya sekadar mencari gelar akademik,” katanya seperti dilansir Antara.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/teks-laporan-hasil-observasi/