Dampak Fatherless Perkembangan Psikologis Anak Sejak Dini

Dampak Fatherless Perkembangan Psikologis Anak Sejak Dini

Sosok ayah yang ada namun terasa itu, umumnya diakibatkan lantaran kegiatan yang menciptakan ayah tidak mempunyai waktu guna sekadar bersapa atau bermain bareng si kecil. Waktunya dikuras untuk bekerja, menggali nafkah guna pembiayaan keluarga. Tanpa ada tidak banyak pun masa-masa yang disisihkan untuk mengawasi perkembangan si kecil. Alhasil, anak merasa tidak cukup kasih sayang dari ayah. Dampak fatherless ini yaitu:

Anak Lebih Agresif

Tanpa sosok ayah di sampingnya, anak lebih agresif dan gampang marah. Tetapi, kemarahan yang terjadi tidaklah ditampakkan secara jelas melewati teriakan maupun tindakan. Kemarahan yang terdapat dipendam sampai akhirnya mengendap dan terbit ketika tubuh si kecil tidak dapat lagi menahannya. Paling buruknya, kemarahan dapat selesai pada dendam yang mengakar, yang menciptakan si kecil berjuang untuk menuntaskannya melewati tindakan.

Karena itu, bila ayah tidak dapat melakukan perannya secara maksimal, ibu dapat menolong dengan aktif menyuruh anak guna berkomunikasi, merundingkan permasalahan yang dihadapi dari hati ke hati. Ajarkan anak untuk mengucapkan apa juga yang menjadi kegundahan, dan tidak menyimpannya seorang diri.

Mudah Depresi Ketika Merasa Tertekan

Dampak fatherless selanjutnya merupakan anak gampang untuk terserang depresi. Ketidakhadiran sosok ayah mengakibatkan anak gampang emosional, merasa bertolak belakang dari yang lain, timbul perasaan tidak disukai oleh sang ayah, dan berpikir jika terdapat yang salah pada dirinya sampai sang ayah tidak inginkan meliriknya meski melulu sejenak.

Memiliki Kepercayaan Diri Rendah

Salah seorang figur nasional yang berusaha memberantas korupsi, pernah mengatakan andai beliau belajar motivasi ketegasan untuk memusnahkan para koruptor dari ayahnya. Hal ini menunjukkan andai peran ayah begitu besar berhubungan ketegasan dalam bertindak, kedisiplinan, dan prinsip-prinsip hidup. Bila tidak terdapat sosok ayah yang bisa mengajarkan urusan demikian, anak bakal lebih gampang minder, merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya. Kecuali ibu dapat memberi sokongan dan peran yang nyaris setara dengan ayah. Ibu dapat menunjukkan ketegasan dalam bersikap, disiplin, dan tidak terlampau mengedepankan perasaan.

Sumber : http://www.zoosper.com/r.php?url=http%253A%252F%252Fwww.pelajaran.co.id/%252Fcontact.php&x=787ad1d1c191d6ec3e230202d1febf78