BPJS Putus Kontrak Rumah Sakit, Pasien Cuci Darah Menjerit

BPJS Putus Kontrak Rumah Sakit, Pasien Cuci Darah Menjerit

BPJS Putus Kontrak Rumah Sakit, Pasien Cuci Darah Menjerit

BPJS Putus Kontrak Rumah Sakit, Pasien Cuci Darah Menjerit
BPJS Putus Kontrak Rumah Sakit, Pasien Cuci Darah Menjerit

Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa BPJS Kesehatan memutus kontrak beberapa rumah

sakit di Jakarta yang diantaranya penyelenggara unit hemodialisa (cuci darah) bagi pasien gagal ginjal kronis.

Tony Samosir, Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyesalkan kebijakan BPJS Kesehatan yang telah memutus kontrak dengan rumah sakit Siloam Asri dan beberapa rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Kebijakan ini telah membuat pasien cuci darah kalang kabut. Kesehatan dan keselamatan mereka

terancam karena layanan hemodialisa dengan menggunakan layanan JKN akan terhenti,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan itu sangat mendadak. “Saya baru saja bertemu dengan manajemen Siloam Asri pagi ini (2/5). Tanggal 30 April BPJS Kesehatan baru memberitahu kalau per tanggal 1 Mei sudah memutus kontrak dengan rumah sakit Siloam Asri karena keterlambatan hasil proses akreditasi,” ungkapnya.

Menurutnya akan banyak rumah sakit yang terkena pemutusan kontrak dengan BPJS Kesehatan

. Kebijakan ini akan membawa bencana luar biasa bagi pasien cuci darah dan pasien kronis lainnya di Indonesia jika Kementerian Kesehatan dan BPJS tidak hati-hati mengambil keputusan.

 

Baca Juga :