Bina Suasana


Bina Suasana

Bina Suasana merupakan upaya menciptakan opini publik atau lingkungan sosial, baik fisik maupun non fisik, yang mendorong individu, keluarga dan kelompok untuk mau melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terkait dengan upaya peningkatan KIA serta mempercepat penurunan AKI dan AKB. Bina suasana salah satunya dapat dilakukan melalui sosialisasi kepada kelompok-kelompok potensial, seperti organisasi kemasyarakatan, kelompok opini dan media massa. Bina suasana perlu dilakukan untuk mendukung pencapaian target program KIA.

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya menumbuhkan kesadaran, kemauan, kemampuan masyarakat dalam mencegah dan mengatasi masalah KIA. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan berperan serta dalam pemberdayaan masyarakat di bidang KIA.

  1. Kemitraan

Kemitraan dalam penanganan masalah KIA adalah kerjasama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok peduli KIA atau organisasi-organisasi kemasyarakatan, media massa dan swasta/dunia usaha untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan KIA di masyarakat.

Ruang Lingkup Program KIA

Ruang lingkup kegiatan KIA terdiri dari kegiatan pokok dan integratif. Integratif adalah kegiatan program lain (Misalnya kegiatan imunisasi merupakan kegiatan pokok P2M) yang dilaksanakan pada program KIA karena sasaran penduduk program P2M juga menjadi sasaran program KIA.

  1. Memeriksa kesehatan ibu hamil (ANC)
  2. Mengamati perkembangan dan pertumbuhan anak-anak balita (integrasi program gizi)
  3. Memberikan konseling tentang makanan, mencegah timbulnya masalah gizi karena kekurangan protein kalori dan memperkenalkan jenis makanan tambahan (vitamin dan garam yodium) integrasi program PKM dan gizi.
  4. Memberikan pelayanan kepadan pasangan usia subur.
  5. Ibu dan anak yang memerlukan pengobatan
  6. Memberikan pertolongan persalinan dan bimbingan selama masa nifas
  7. Mengadakan latihan untuk dukun bersalin.
  8. Komponen Program Kesehatan yang Terkait dalam Peningkatan Status Kesehatan Ibu dan Anak

Komponen yang terkait antara lain :

  1. Upaya KB
  2. Upaya perbaikan gizi

Melaksanakan program :

1)      Program perbaikan gizi keluarga (suatu program menyeluruh yang mencakup pembangunan masyarakat) melalui kelompok-kelompok penimbangan pos pelayanan terpadu

2)      Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori yang cukup kepada anak-anak dibawah umur lima tahun dan pada ibu yang menyusui

3)      Memberikan vitamin A kepada anak-anak di bawah umur lima tahun.

Pada tahun 1952 pengembangan upaya usaha kesehatan ibu dan anak mulai di rintis dengan didirikannya diktorat KIA di lingkungan kementrian kesehatan. Jumlah anak di Indonesia 77,8 juta jiwa (UNICEP,2000) terdiri dari :

  1. Bayi sekitar 4,5 juta
  2. Balita sekitar 22 juta
  3. Usia sekolah sekitar 29 juta
  4. Remaja sekitar 22 juta

Dimana setiap kelompok usia masalahnya berbeda.

Sumber: http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/kinemaster-
pro-apk/