Balai Kementerian Perindustrian riset limbah plastik jadi BBM


Balai Kementerian Perindustrian riset limbah plastik jadi BBM

Balai Kementerian Perindustrian riset limbah plastik jadi BBM

Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) Jakarta tengah menganalisis hasil temuan Muryani (59) warga Blitar, Jawa Timur, mengenai alat pengolahan limbah plastik menjadi BBM.

“Dari hasil analisis kami, dirasa perlu untuk berbagi pengetahuan dengan Bapak Muryani dalam rangka pengembangan alat itu serta memfasilitasi penyusunan patennya apabila sesuai persyaratan. Rencana, kami akan ke Blitar hari ini,” kata Kepala BBKK Kementerian Perindustrian, Roy Sianipar, melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, BBKK telah merekomendasikan agar ketiga BBM yang dihasilkan dari alat milik Muryani, yaitu solar, minyak tanah dan premium, perlu diuji karakteristik serta uji peforma terhadap mesin bermotor.

Upaya ini bisa dilakukan di laboratorium Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi

(BT2MP), di bawah binaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Menurut pengamatan kami, solar yang didapat masih mengandung banyak pengotor dan kemungkinan cetane number masih rendah karena solar tersebut tidak didestilasi sesuai titik didih solar, yakni 250-350 derajat Celcius,” ungkap Sianipar.

Oleh karena itu, guna menindaklanjuti hasil penelitian tersebut, diperlukan

pembuatan standar produk-produk berupa bahan bakar dan pelarut yang berbahan baku limbah plastik dan pedoman proses pengolahannya.

“Kemudian, perlu juga dilakukan kajian ekonomisnya dan dampak bahaya dari proses,” imbuhnya.

Dia menyampaikan, BBKK telah melakukan riset mengenai pengolahan sampah

plastik jenis polietilena (bahan utama kantong plastik) sejak 2009. Alat yang digunakan terdapat dua macam, alat pirolisis skala 5 kg dan alat fraksinasi 5 liter.

 

Baca Juga :