Atlet Bocce O2SN ABK 2018, Nisa Fatmawati Ceria dan Penuh Percaya Diri

Atlet Bocce O2SN ABK 2018, Nisa Fatmawati Ceria dan Penuh Percaya Diri

Atlet Bocce O2SN ABK 2018, Nisa Fatmawati Ceria dan Penuh Percaya Diri

Atlet Bocce O2SN ABK 2018, Nisa Fatmawati Ceria dan Penuh Percaya Diri
Atlet Bocce O2SN ABK 2018, Nisa Fatmawati Ceria dan Penuh Percaya Diri

SUASANA ramai dengan sorak-sorai pendukung untuk menyemangati para atlet Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ABK tahun 2018 di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Jalan Karang Malang, DI. Yogyakarta, Selasa, 18 September 2018. Salah satu atlet cabang olahraga bocce tingkat SDPLB, Nisa Fatmawati telah bersiap untuk melempar bola biru ditangannya.

Lemparan pertama Nisa, nyaris mengenai bola putih. Atlet perwakilan kontingen Jawa Barat ini, melemparkan bola-bola yang berdiameter 100 mm dan berat sekitar 1 kg dengan yakin. Hal ini terlihat dari sorot matanya yang menyipit saat membidik sasaran.

Kali ini pertandingan dimainkan oleh dua pemain tunggal, lawan ang dihadapi Nisa adalah atlet perwakilan dari kontingen Aceh. Saat lawannya melempar, lalu terdengar bunyi ‘trak’ mengartikan bola bertubrukan. Tetapi, bola tersebut tidak mengenai bola putih, melainkan bola tersebut mengenai bola biru milik Nisa. Hal tersebut tentunya membuat bola Nisa terlepar jauh ke tepian.

Walaupun demikian, pada saat panitia menghitung jarak bola Nisa dan lawannya, diperoleh hasil Nisalah yang unggul. Selama dua babak, ia telah menaklukan telak lawannya dengan skor 2-0. Sebelumnya, ia juga telah ngengalahkan kontingen Jawa Tengah dengan skor yang sama. Kini Nisa masuk pada babak delapan besar yang akan diselenggarakan keesokan harinya.

Pada permainan bocce terdapat tiga jenis bola, yaitu bola berukuran kecil dan besar. Bola kecil berwarna putih yang biasa disebut jack atau pallino, diletakan di lapangan sebagai sebuah sasaran. Peraturannya bola besar dengan warna biru dan merah harus mendekati atau mengenai sasaran. Semakin dekat bola bocce mengenai jack, semakin besar poin yang akan didapat.

Keesokan harinya, Nisa telah siap bertanding dalam babak penyisihan delapan besar. Ia mengenakan kaos berwarna putih, bertuliskan Jawa Barat di punggung. Kali ini ia, melawan kontingen Sulawesi Selatan untuk babak penyisihan.
“Semangat,” ujar Nisa saat ditanya bagaimana perasaannya sebelum bertanding.

Pertandingan berlangsung dengan sengit. Hingga pada akhirnya,

Nisa berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Babak ini yang akan mengantarkan Nisa masuk pada babak final. Pada babak final untuk menghitung skor pertandingan sedikit berbeda. Tidak seperti pada babak penyisihan yang memberlakukan dua sampai tiga set, kali ini pertandingan menggunakan patokan waktu. Para pemain akan diberikan waktu selama 12 menit, untuk melemparkan 12 bola. Perhitungan poin masih sama, setiap poin yang mendekati atau mengenai sasaran yaitu bola jack, akan mendapatkan poin tinggi.

Babak final berlangsung siang hari dengan sorotan terik matahari. Nisa membawa nama baik kontingen Jawa Barat, merupakan anak berkebutuhan khusus dengan ketunaan down syndrome. Ia akan melawan kontingen Gorontalo yang atletnya merupakan anak berkebutuhan khusus tunagrahita sedang atau disebut juga ketunaan C1.

Dua belas menit untuk Nisa berjalan dengan tegang. Pendamping Nisa pada cabang olahraga Bocce, Mustika terlihat gugup selama pertandingan. Tangannya gemetar dan matanya terus memperhatikan cemas permainan Nisa.

“Lihat Nisa, telihat senang saja saat pertandingan. Disini saya keringat dingin,”

ujar Mustika menghawatirkan jalannya pertandingan.

Sesuai yang diucapkan Mustika, Nisa terlihat sangat percaya diri dalam menghadapi pertandingan. Bahkan ia sempat berjoget-joget kecil di area dengan sangat ceria. Ia telihat sangat menikmati sekali pertandingannya saat itu.

Hingga akhirnya, panitia mengumumkan pemenang dalam pertandingan. Mereka menyebutkan skor yang didapat berbeda tipis antara kedua kontingen tersebut. Kali ini, Nisa harus berbesar hati menjadi juara kedua. Hal tersebut tentunya tidak menurunkan rasa bangga Mustika pada Nisa yang selama ini telah ia latih semenjak tahun ajaran baru dimulai.

“Ia selalu ceria saat memenangkan pertandingan, walau terakhir dia terlihat sedikit murung saat mengetahui mendapat juara dua,” ujar Mustika.

Di sekolahnya Nisa telah berlatih giat. Ia bersama Mustika berlatih setiap

Jumat di sekolahnya, SLB Negeri Ciamis. Nisa merupakan anak yang ceria dan baik pada setiap orang di kelasnya. Walau terkadang Mustika perlu ekstra sabar menghadapi emosi Nisa yang tidak tertebak, tetapi ia sangat senang dan bangga dapat membimbing Nisa untuk bertanding sampai ke tingkat Nasional.

Setelah menaiki podium, Nisa disambut gembira oleh para suporternya yang telah menunggu. Saat diberi sorak-sorai gembira, Nisa mengacungkan mendali yang terkalung di dadanya. Tetapi saat disebutkan, “Nisa selamat juara dua,” lalu ia menolak dengan wajah masam, “engga,” jawab Nisa. Setelah itu, saat ditanyakan ia juara berapa. Lalu ia mengacungkan enam jari tangannya. Mungkin ia lebih memilih juara enam, dibandingkan ia tidak juara satu.***

 

Sumber :

https://egriechen.info/mandi-wajib/