Apakah Benar Benua Atlantis Itu Indonesia ???

Apakah Benar Benua Atlantis Itu Indonesia ???

Prof. Arysio Nunes Dos Santos menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis The Lost Continents Finally Found”. Dimana ditemukannya ? Secara tegas dinyatakannya bahwa wilayah Atlantis yang hilang sejak kurang lebih 11.600 tahun yang lantas itu adalah di Indonesia ???. Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lantas itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang mempunyai peradaban yang sangat tinggi bersama alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman berasal dari yang Kuasa. Kisah Atlantis ini dibahas berasal dari era ke masa, dan upaya penelusuran terus pula ditunaikan manfaat menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.

Pencarian ditunaikan di Samudera Atlantik, Laut Tengah, Karibia, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak tersedia hasilnya, sehingga lebih dari satu orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu sebatas negeri dongeng semata. Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini tunjukkan bahwa Atlantis tidak dulu ditemukan dikarenakan dicari di daerah yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya..

Plato dulu menulis berkenaan Atlantis pada era dimana Yunani tetap jadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World). Sampai selagi ini belum mampu dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah memang dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?

Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur bersama emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ bersama kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, mempunyai jaringan irigasi, bersama kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.

Warga Atlantis yang pada mulanya merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian beralih jadi ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka bersama mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan semua benua itu.

Kisah-kisah sejenis atau sama kisah Atlantis ini yang berakhir bersama bencana banjir dan gempa bumi, ternyata termasuk ditemui di dalam kisah-kisah sakral tradisional di beraneka anggota dunia, yang diceritakan di dalam bahasa setempat. Menurut Santos, ukuran selagi yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara pas sejalan bersama berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang termasuk menyebabkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.

Bencana ini sebabkan punahnya 70% berasal dari species mamalia yang hidup selagi itu, termasuk mungkin termasuk dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara tetap menyatu bersama semenanjung Malaysia dan benua Asia.

Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menyebabkan sederetan gunung berapi terasa berasal dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan anggota berasal dari ‘Ring of Fire’.

Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang manfaat mutlak di dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya bersama kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.

Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai bersama ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan semua gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.
Letusan ini menyebabkan tsunami bersama gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran
rendah di antara Sumatera bersama Semenanjung Malaysia, di antara Jawa dan Kalimantan, dan pada Sumatera dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke semua anggota dunia yang pada era itu lebih dari satu besar tetap ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .
Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.
Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke semua anggota bumi yang rendah, termasuk Indonesia. Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang sebabkan air laut naik kurang lebih 130 mtr. diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di Indonesia tenggelam di bawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi.

Tekanan air yang besar ini menyebabkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang setelah itu menyebabkan letusan-letusan gunung berapi setelah itu dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.

Dalam bukunya Plato menjelaskan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari selama waktu. Padahal zaman pada selagi itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kurang lebih 15 derajat Celcius lebih dingin berasal dari sekarang.

Lokasi yang bermandi cahaya matahari pada selagi itu sebatas Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.

Plato termasuk menjelaskan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar berasal dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas ini sama juga sama bersama luas kawasan Indonesia ditambah bersama luas Laut China Selatan.

Menurut Profesor Santos, para ahli yang biasanya berasal berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal berasal dari dunia mereka. Tapi realitas tunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di daerah lain.
Walau dikisahkan di dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke perihal atau kejadian yang sama.
Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri berasal dari lebih dari satu suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.

Semua suku bangsa ini sebelumya berasal berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke semua Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih tidak cukup 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan suasana alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan ilmu berkenaan pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini berlangsung pada zaman Pleistocene.

Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis bersama padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal beraneka jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas bersama dinding-dinding perak, gajah, dan beraneka hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kurang lebih 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa terlihat dan ubah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.

Suku Aryan yang bermigrasi ke India pada mulanya ubah dan menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya termasuk mencair dan menyebabkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.
Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian mengusahakan mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.

Catatan terbaik berasal dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India lewat tradisi-tradisi cuci di daerah layaknya Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris berasal dari budaya yang tenggelam tersebut.

Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap selamanya tinggal di Indonesia. Migrasi besar-besaran ini mampu menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju layaknya pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di semua dunia selama era yang disebut Neolithic Revolution.
Bahasa-bahasa mampu ditelusur berasal berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang berasal dari gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad tunjukkan adanya “sidik jari” berasal dari India yang pada era itu merupakan anggota yang integral berasal dari Indonesia.

Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang jadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.

Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang inginkan tunjukkan bahwa benua atlantis yang hilang itu memang berada di Indonesia. Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan bersama wilayah alternative lainnya diambil kesimpulan Profesor Santos di dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’.

Terlepas berasal dari benar atau tidaknya teori ini, atau mampu dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai selagi ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia. Teori ini termasuk disusun bersama argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.

Kalau tersedia yang beranggapan bahwa mutu bangsa Indonesia saat ini sama sekali “tidak meyakinkan” untuk mampu dikatakan sebagai nenek moyang berasal dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu sistem maju atau mundurnya peradaban yang memakan selagi lebih berasal dari sepuluh ribu tahun. Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat tenar berkenaan orang Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lantas mereka tetap studi berasal dari kita, dan saat ini mereka relatif berada di depan kita.

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang beralih jadi ambisius serta beraneka kelakuan jelek lainnya (mungkin ‘korupsi’ keliru satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang “mantan Atlantis” ini akan kena hukuman kembali nanti terkecuali tidak sudi beralih layaknya yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan saat ini ini.

Demikian kutipan berasal dari Catatan Bang Ferdy Dailami Firdaus berkenaan Teori Santos secara ringkas. Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, mampu langsung ke web site Profesor Arysio Nunes Dos Santos – Atlantis The Lost Continent Finally

Baca Juga :