Ada apa dengan ”Perencanaan vs Pasar


Ada apa dengan ”Perencanaan vs Pasar

Ada apa dengan ”Perencanaan vs Pasar
Ada apa dengan ”Perencanaan vs Pasar

Alexander (2000) berpandangan bahwa Planning vs Markets merupakan buah pikiran yang keliru (“Planning vs Markets is a fallacy”). Dimana keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain, tidak saling bertentangan dan tidak bersifat eksklusif. Karena di dalam pasar sendiri terdapat perencanaan misalnya perencanaan strategis dalam perusahaan, perencanaan pasar, pasar “artificial”,perencanaan untuk pasar, politik dan institusi. Demikian sebaliknya pasar dalam sektor publik misalnya political market. Keinginan perencanaan seringkali terbentur kepentingan pasar yang cenderung mencapai kesempurnaan dalam prosesnya. Menurut sudut pandang Classical economics yang menekankan pada mekanisme pasar. Dimana pasar lebih terfokus pada keputusan konsumen dan produsen. Serta interes individu yang lebih dominan dalam menentukan kondisi yang optimum dalam memenuhi kebutuhannya dengan biaya tertentu, sehingga selanjutnya keputusan individu itu dapat mempengaruhi struktur ruang. Pada prinsipnya inti teori ini adalah adanya asumsi bahwa kompetisi akan mengarahkan kesetimbangan pasar. Kecenderungan perilaku pasar akan mengindahkan proses yang hirarkis dan sistematik, pendekatan strategis dalam mencapai keuntungan maksimal akan lebih dominan dalam praktek pasar. Hal ini akan bertentangan dengan perencanaan yang terpola pada proses yang hirarkis dan sistematik untuk kemudian bisa dilakukan implementasi dan monitoring serta evaluasi. Mempertemukan keduanya dalam satu titik yang dikatakan bisa bersinergi bersama akan sulit untuk diwujudkan. Walaupun tidak menolak antara keduanya ada perilaku yang saling mempengaruhi untuk sama-sama mencapai batas-batas optimal. Yang bisa dikatakan sebagai bentuk mutual antara hubungan keduanya. Hal ini akan terjadi dalam kondisi secara langsung atau tidak langsung. Peran yang mungkin dilakukan oleh perencana ketika dihadapkan oleh kondisi pasar adalah lebih mengupayakan pada pembangunan wacana publik melalui keterlibatan sebagai kontributor penguatan publik menurut pemikiran-pemikiran perencana. Kendati alasan penguatan publik seperti yang diisyaratkan Marxist melalui pembentukan masyarakat baru akan sulit diwujudkan karena mempersyaratkan adanya perubahan mendasar kebiasaan manusia untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/frontline-shooter-apk/