5 Trik Berkata ‘Tidak’ Pada Sesama Kolega

5 Trik Berkata ‘Tidak’ Pada Sesama Kolega

Tidak melulu terjadi antara atasan dan bawahan, dilema untuk berbicara ‘tidak’ ini juga dapat terjadi dalam hubungan horizontal Anda bareng partner kerja atau sejawat di hierarki status yang sama. Ada rasa fobia bahwa penolakan tersebut membuat kita dilabeli tidak setia kawan. Namun, andai tidak ditolak, maka kegiatan yang menjadi target prioritas kita yang jadi korban. Bagaimana solusinya?

• Komunikasikan langsung.
Pikirkan dan tinjau ulang kenapa Anda tidak dapat memberikan bantuan kali ini. Tunjukkan atensi dan empati kita dengan bersungguh-sungguh mendengarkan keperluan rekan Anda. Komunikasikan secara langsung dan tidak berbelit-belit. Kejelasan pesan ini bakal meminimalkan kesalahpahaman komunikasi. Pastikan ketika Anda menuliskan ini, bukan dalam rangka meraih target pribadi, tapi destinasi atau kepentingan bareng tim di divisi Anda.

• Lepaskan rasa bersalah.
Rasa bersalah akan menciptakan Anda tidak tega menampik permintaan bantu berikutnya, walau Anda merasa tidak mampu melakukannya. Respons tiap permintaan berikutnya secara independen dan terpisah. Sebagai gantinya, Anda dapat menawarkan pertolongan lain yang masih barangkali Anda berikan.

• Jangan menggunakan alasan, “Saya bukan orang yang tepat.”
Secara tidak disadari, Anda sudah menurunkan kualifikasi profesional kita dengan melakukan tahapan ini. Salah-salah, teman Anda malah berpikiran bahwa kita membutuhkan tidak sedikit pujian sebelum kesudahannya setuju untuk menyerahkan bantuan.

• Jangan menyerahkan harapan kosong.
Demi menghindari konfrontasi, seringkali orang memungut jalan aman dengan menyerahkan respons ambigu. Misalnya, dengan berkata, “Diusahakan ya…” atau “Akan saya pikirkan dulu, ya.” Selain memunculkan harapan semu, Anda sudah menggantung nasib teman Anda. Dengan secara langsung berbicara ‘tidak’, maka teman Anda dapat mencari pertolongan lain.


Baca Juga: